Suara.com - Anak-anak memiliki kecenderungan untuk pilih-pilih makanan. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang enggan mencoba jenis makanan baru.
Ternyata menurut sebuah penelitian, ketakutan untuk mencoba makanan baru menunjukkan bahwa anak tersebut memilliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Namun, memaksa mereka untuk mencoba makanan baru juga dapat menjadi bumerang.
Peneliti Edurne Maiz dari Universitas Basque Country di Spanyol mengatakan, untuk menghindari masalah ini, penting tercipta ikatan yang kuat antara orangtua dengan anak.
Ia juga menyarankan agar orangtua membangun suasana yang nyaman dan santai saat makan, bahkan lebih baik lagi jika sang anak ikut berpartisipasi dalam menyiapkan makanan.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti Maiz melakukan penelitian pada 831 anak sekolah berusia delapan hingga 16 tahun.
Dalam studi tersebut, ia menggunakan metode kuesioner, dimana peserta ditanya apakah mereka siap untuk mengonsumsi menu makanan baru.
Para peserta yang mengalami neophobic atau ketakutan pada jenis makanan baru mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibanding teman mereka yang normal. Begitu juga dengan konsep diri, peserta neophobic memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah sehingga cenderung menarik diri dari keramaian. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh