Suara.com - Banyak penelitian yang mengungkapkan bahaya ponsel bagi kesehatan. Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel diyakini dapat meningkatkan risiko kanker otak hingga mematikan sel sperma.
Menurut dokter spesialis penyakit jantung dan kardiologis Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Djoko Maryono, penggunaan ponsel yang tak bijak juga bisa mengakibatkan penyakit kardiovaskular seperti stroke maupun jantung.
"Ada pasien datang ke saya, anak muda. Pola hidupnya sehat, tidak merokok dan rajin berolahraga, tapi kena serangan jantung. Salah satu pemicunya, karena terpapar radikal bebas di lingkungan kerja yang mengharuskannya menggunakan komputer terus menerus dan memiliki telepon genggam lebih dari satu," katanya pada temu media bertajuk 'Kebiasaan Baru Turunkan Kolesterol' di Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Dokter yang menamatkan pendidikan kedokterannya di Universitas Airlangga Surabaya ini menambahkan bahwa radikal bebas dalam paparan radiasi elektromagnetik dari gadget akan mengikat kolesterol dalam pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penumpukan kolesterol di pembuluh darah yang memicu timbulnya penyakit kardiovaskular.
"Jadi kalau tidur terus handphone ditaruh di bawah bantal itu hati-hati. Atau punya lebih dari satu handphone terus dikantongin semuanya. Paparan radiasinya bisa menyebabkan gangguan di tubuh," ujarnya mengingatkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya