Suara.com - Nyeri di bagian pinggang, leher, kepala, atau pundak kerap dialami banyak orang. Sayangnya banyak orang yang menyepelekan keluhan nyeri.
Padahal nyeri berkepanjangan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Bahkan jika berlarut-larut dialami, penderitanya rentan mengalami depresi. Lalu pada kondisi nyeri seperti apa pasien harus mengonsultasikan kondisinya?
Pakar nyeri dari Klinik Nyeri & Tulang Belakang Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, mengatakan, pada kasus nyeri yang tidak hilang lebih dari seminggu maka pasien disarankan untuk mengonsultasikannya ke dokter.
"Kalau nyeri yang tidak hilang selama seminggu bisa jadi ada kesalahan pada otot sendi. Segera konsultasikan ke dokter untuk dicari penyebab pastinya," ujar dr Mahdian pada temu media 'Pengobatan Nyeri Pinggang tanpa Operasi' di Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Selain nyeri tak kunjung sembuh, kondisi nyeri yang berulang juga dapat mengindikasikan kondisi tertentu yang serius.
"Atau nyerinya berulang, misal istirahat sehari langsung mereda nyerinya, tapi minggu depan terulang lagi, berarti ada sesuatu, bukan sekedar cedera atau trauma otot sesaat," imbuhnya.
Namun dr Mahdian menyebut bahwa sebagian besar kasus nyeri yang diderita orang termasuk nyeri ringan. Sehingga bisa diatasi dengan istirahat dan mengonsumsi obat pereda nyeri.
Berita Terkait
-
Mulai Sekarang! 5 Hobi Sehat yang Bisa Kamu Kuasai Kurang dari 7 Hari
-
Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI
-
Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan Berkumpul Bahas Permenkes, Dorong Standar Layanan Estetika
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026