Suara.com - Pepaya adalah buah yang dikenal memiliki segudang manfaat kesehatan terutama untuk menjaga kulit tetap halus.
Selain buahnya, daun pepaya juga ternyata berguna untuk kesehatan. Anehnya, memang belum banyak orang yang mengetahuinya.
Rasanya yang pahit memang sulit membuat kita untuk suka mengonsumsinya. Tapi, di balik itu semua, daun pepaya mengandung vitamin A, B, C, D dan E dan kalsium.
Daun ajaib ini juga sangat efektif dalam menyembuhkan berbagai penyakit kronis, seperti jantung, kanker, pendarahan, dan menghilangkan parasit dalam usus.
Jika Anda tak kuat dengan rasanya yang pahit maka bisa juga dicampur dengan jus buah lainnya. Dan setelah itu, Anda akan mendapatkan manfaat kesehatan 'tak terduga' seperti dilansir oleh Boldsky berikut:
1. Anti-kanker
Sebuah studi baru-baru ini telah mengungkapkan bahwa pepaya mengandung sifat anti-kanker dan meningkatkan kekebalan terhadap berbagai penyakit seperti kanker serviks, kanker payudara, pankreas, hati dan kanker paru-paru.
2. Menghambat pertumbuhan bakteri
Daun pepaya mengandung lebih dari 50 bahan aktif, termasuk karpain, yang menghambat pertumbuhan mikro-organisme seperti jamur, cacing, parasit dan berbagai bentuk lain dari sel-sel kanker.
3. Meningkatkan imunitas
Daun pepaya memiliki potensi untuk meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Hal ini berfungsi untuk melawan berbagai infeksi seperti pilek dan flu. Daun pepaya juga akan meregenerasi sel-sel darah putih dan trombosit secara alami.
4. Anti-malaria
Daun Pepaya dikenal sebagai daun anti-malaria. Secara efektif dapat mencegah terinfeksi malaria. Mengonsumsi jus dari daun pepaya adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi gejala malaria.
5. Mencegah demam berdarah
Mengonsumsi jus pepaya adalah metode tradisional yang diyakini dapat menyembuhkan demam berdarah tanpa efek samping. Enzim penyembuh hadir dalam daun ini dan akan meningkatkan jumlah trombosit dan membalikkan kerusakan hati yang disebabkan oleh virus dengue.
6. Meredakan nyeri saat haid
Jus daun pepaya juga dikenal sangat efektif dalam mengurangi nyeri saat haid. Ambil satu lembar daun pepaya, tambahkan asam jawa dan garam. Campurkan air panas ke dalamnya. Tunggu sejenak sampai dingin untuk menemukan hasil yang efektif.
7. Meningkatkan trombosit
Daun pepaya menurut penelitian diyakini memiliki potensi untuk meningkatkan trombosit darah. Ramuan ini meningkatkan jumlah darah dengan cepat. Minum dua sendok makan jus daun pepaya setiap hari untuk meningkatkan jumlah trombosit secara alami.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?