Suara.com - Teh hijau dikenal menyimpan banyak manfaat kesehatan. Meski demikian, Anda perlu membatasi konsumsi minuman yang satu ini. Pasalnya, sebuah penelitian terkini mencatat efek buruk dari konsumsi teh hijau secara berlebihan, yakni dapat menghambat kesuburan.
Temuan ini didapat tim peneliti dari University of California-Irvine yang melakukan penelitian pengaruh teh hijau pada lalat buah Drosophila Melanogaster. Peneliti menemukan, konsumsi berlebihan teh hijau berpengaruh pada reproduksi lalat buah itu.
"Teh hijau memang memiliki manfaat kesehatan jika dikonsumsi pada dosis rendah, sedangkan pada dosis tinggi, mungkin memiliki efek samping," kata Jafari Mahtab, profesor ilmu farmasi sekaligus peneliti utama dala penelitian ini.
Menurut para peneliti, konsumsi sepuluh miligram teh hijau dapat menyebabkan kelainan morfologi pada organ reproduksi seperti testis dan atrofi ovarium. Profesor Jafari Mahtab meyakini bahwa dosis tinggi teh hijau dapat menyebabkan sel mati.
"Kami berencana untuk mengukur total konsumsi teh hijau yang disarankan untuk menghindari efek buruk ini," imbuhnya.
Teh hijau merupakan bahan minuman yang berasal dari tanaman Camellia Sinensis. Teh jenis ini makin populer di muka bumi, setelah diketahui efektif menjadi penangkal kanker. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau? Ketahui agar Manfaat yang Didapat Maksimal
-
Sama-sama Hijau, Ini 5 Perbedaan Mendasar Teh Hijau dan Matcha
-
Dari Latte Sampai Brownies: 7 Kreasi Matcha yang Bikin Dunia Jatuh Cinta
-
Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan soal Infertilitas Pria dan Solusinya
-
Bye-Bye Kopi? Matcha Jadi Primadona Baru di Kalangan Anak Muda, Ini Alasannya!
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius