Suara.com - Apakah vagina Anda pernah terasa gatal dan tidak nyaman? Faktanya, Anda tak sendirian. Penelitian menyebut bahwa 80 persen perempuan pernah mengalami kondisi ini.
Vagina gatal seringkali mengganggu aktivitas karena rasa tidak nyaman yang dihadirkannya. Dalam kasus yang jarang terjadi, stres juga bisa memicu vagina gatal.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Simak ulasan berikut seperti dilansir laman Boldsky.
1. Stres
Stres merupakan penyebab dari banyak penyakit kronis yang mungkin banyak diidap orang saat ini. Pasalnya, stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menempatkan orang dengan berbagai risiko infeksi, salah satunya memicu gatal di area vagina. Dalam kondisi ini yang bisa Anda lakukan adalah mengonsumsi banyak air putih dan menghindarkan diri dari hal yang memicu stres.
2. Menopause
Memasuki masa menopause, perempuan akan mengalami berbagai perubahan salah satunya adalah vagina yang kering. Akibatnua vagina rentan terinfeksi berbagai bakteri yang memicu rasa gatal.
3. Iritasi
Penggunaan sabun berbahan kimia seperti deterjen dan pewangi saat mencuci pakaian dalam bisa menyebabkan kulit vagina gatal.
4. Mencukur bulu vagina
Kondisi vagina setelah dicukur bagian rambutnya juga dapat memicu rasa gatal. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah mengoleskan krim pelembab yang khusus untuk daerah kewanitaan.
5. Trichomoniasis
Infeksi ini disebabkan oleh parasit yang biasanya menular melalui hubungan seksual. Akibatnya bagian intim Anda terasa gatal dan tak nyaman. Cara untuk mengatasinya adalah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
6. Vaginitis
Ketika keseimbangan bakteri baik di vagina terganggu, infeksi ini biasanya akan muncul. Gejala vaginitis termasuk gatal, iritasi, radang di daerah vulva dan bau tak sedap. Oleh karena itu pastikan untuk menghindari sabun pembersih kewanitaan untuk mencegah risiko ini.
Berita Terkait
-
Mengenal Prosedur V-Ning dan P-Rejuve untuk Perawatan Organ Intim Non-Invasif
-
Mengidap Masalah Anatomi Langka, Wanita Ini Tak Bisa Berhubungan Seks Akibat Vagina Tersumbat
-
6 Ciri-ciri Miss V Wanita Berjamur, Mulai dari Gatal hingga Keputihan
-
Miss V 'Kentut' Saat Berhubungan Seks Normal Enggak Sih, Kapan Harus ke Dokter
-
Apa Itu Filler Vagina? Disebut Seksolog Bisa Atasi Masalah Kekeringan pada Miss V
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?