Suara.com - Penelitian dari Swedia menemukan fakta bahwa orang dengan autisme rata-rata meninggal 16 tahun lebih awal dari mereka yang tidak mengidap autisme. Penyebab utamanya dikaitkan dengan penyakit epilepsi atau keinginan untuk bunuh diri.
Temuan ini semakin menjelaskan pendapat bahwa kondisi autisme ternyata dapat mempengaruhi harapan hidup seseorang.
Penelitian ini juga memperbarui temuan sebelumnya yang mengatakan bahwa orang dengan kondisi autisme akan meninggal 30 tahun lebih cepat sebelum waktunya. Rata-rata meninggal pada usia 39 tahun. Bahkan mereka yang tidak ditangani secara benar dapat meninggal rata-rata 12 tahun lebih awal.
Para peneliti mengatakan, 'bullying' atau masalah sosial lainnya dan efek samping dari obat yang dikonsimsie dapat menjadi faktor pendukung hal itu bisa terjadi.
Jon Spiers, Chief Executive Autistica, mengatakan bahwa penelitian terbaru ini menegaskan adanya penyebab kematian tersembunyi pada para penyandang autisme.
"Fakta yang ditunjukan oleh data memang suatu hal yang tidak bisa kita terima, bahwa mereka yang autis tidak akan pernah melihat ulang tahunnya yang ke-40," tutup Spiers. (Zeenews)
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?