Suara.com - Bahan makanan siap saji yang dikemas dalam kaleng menjadi pilihan banyak orang karena lebih praktis dan tahan lama. Namun sayangnya konsumsi makanan kaleng dalam jumlah berlebihan dapat membahayakan kesehatan.
Dalam hasil penelitian yang dilakukan tim Stanford dan Johns Hopkins University, peneliti menemukan bahwa kebiasan konsumsi makanan kaleng dapat mengganggu kinerja hormon dalam tubuh.
Peneliti meyakini, bahan makanan yang dikemas dalam bentuk kaleng seperti sarden, buah kaleng, kornet dan lain sebaginya telah terpapar bahan kimia BPA yang melapisi bagian dalam kaleng. Terlalu banyak paparan BPA dalam tubuh, menurut peneliti dapat membuat seseorang menjadi rentan terhadap penyakit diabetes dan gangguan hormon.
"Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaleng dalam jumlah besar dan terlalu sering dapat meningkatkan kandungan BPA dalam urin," ujar peneliti Jennifer Hartle dari Stanford University.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti melibatkan 7.669 responden selama enam tahun periode penelitian. Responden diminta untuk menuliskan pola makan mereka selama 24 jam dan diminta untuk melakukan tes urin.
Paparan BPA berlebihan, kata peneliti, lebih berisiko pada bumil karena dapat mempengaruhi perkembangan janinnya. Oleh karena itu National Institute of Environmental Health Sciences menganjurkan agar bumil membatasi konsumsi makanan kemasan kaleng dan plastil karena dinilai membahayakan. (TimesofIndia)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya