Suara.com - Para ilmuwan di dunia memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko konsumsi makanan atau minuman manis yang mengandung gula dalam jumlah tinggi, karena memiliki bahaya yang sama dengan merokok.
Dalam National Obesity Forum yang diselenggarakan belum lama ini, ilmuwan Prof David Haslam menyalahkan produsen makanan dan minuman manis yang gencar mempromosikan produk mereka, karena turut mendorong peningkatan kasus penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
"Gula adalah rokok jenis baru. Zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan kita harus mengendalikannya seperti kita mengendalikan industri rokok," ujar Prof Haslam.
Prof Haslam menyebut harus ada kebijakan baru untuk meningkatkan pajak gula sehingga produsen akan berpikir ulang menggunakannya dalam jumlah besar. Jika hal ini tidak dilakukan, maka banyaknya makanan dan minuman manis menjadi bom yang bisa menyebabkan kematian akibat diabetes, stroke, jantung, maupun kanker setiap saat.
"Pelarangan iklan untuk makanan dan minuman manis juga harus dilakukan agar masyarakat tak semakin terpedaya mengonsumsi produk-produk berbahan gula dalam jumlah tinggi tersebut," pungkas dia. (Mirror)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?