Suara.com - Jika Anda tergolong sering kalap saat mengonsumsi makanan, maka bisa jadi Anda menderita gangguan makan.
Psikolog Naomi Ernawati dari Klinik lightHOUSE mengatakan, orang dengan perilaku binge eating disorder atau kalap saat makan biasanya disertai dengan rasa bersalah karena telah makan terlalu banyak.
"Dia merasa bersalah tapi nggak melakukan apa-apa. Saking stresnya ya dia makan lagi," ujarnya.
Orang dengan gangguan makan seperti ini, tambah Naomi, juga sering menyembunyikan makanan di kamar bahkan kerap mengambil makanan di dalam kulkas secara diam-diam. Dalam pikiran mereka, ketahuan memiliki nafsu makan berlebih di depan orang lain merupakan hal yang memalukan.
Ada pula orang yang memuntahkan makanannya karena merasa bersalah telah kalap makan. Hal ini mengarah pada kondisi bulimia yang banyak dialami remaja putri saat ini.
Untuk mengatasi gangguan makan ini, Naomi menyarankan pemberian terapi secara psikologis melalui cognitive behavioral therapy dan interpersonal therapy.
"Makan sebaiknya harus dalam kondisi sadar, tahu apa yang dimakan, bagaimana rasanya, dan tahu kapan merasa lapar dan kapan sudah merasa kenyang," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi