Suara.com - Tranfusi darah merupakan kegiatan mulia. Pasalnya, melalui sumbangan darah, pendonor bisa membantu menyelamatkan pasien dalam kondisi tertentu yang kekurangan darah. Ada pula manfaat yang bisa dirasakan pendonor jika rutin melakukan donor darah yakni tubuh menjadi lebih sehat.
Dibenarkan Direktur Unit Transfusi Darah Pusat PMI, Dr. Ria Safitri, M. Biomed, donor darah merupakan salah satu contoh simbiosis mutualisme di mana antara pendonor dan penerima sama-sama mendapatkan keuntungan.
"Pendonor lebih sehat karena sebelum proses transfusi darah, ada beberapa pemeriksaan yang harus dijalani untuk memastikan bahwa darah yang ditransfer benar-benar bebas penyakit dan berkualitas," ujar dia pada temu media bertema Anemia di Jakarta, Rabu (12/4/2017).
Secara tidak langsung, kata dia, orang yang rutin melalukan donor darah sama seperti melakukan 'medical check up' gratis untuk mengetahui status kesehatannya. Begitu tidak lolos menjadi pendonor, maka seseorang bisa mengetahui penyakit yang mungkin dideritanya.
"Secara rutin sbenarnya dia seperti melakukan medical check up untuk tahu status kesehatan. Sehingga pasti menjadi lebih sehat," tambah dia.
Beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan pendonor setiap kali menyumbangkan darah antara lain, penimbangan berat badan, pengukuran kadar hemoglobin, pengecekan golongan darah, pemeriksaan tekanan darah dan nadi, serta memeriksa kondisi fisik oleh dokter.
"Calon pendonor dengan penyakit jantung, hati, paru-paru, ginjal, diabetes, pendarahan, kejang, kanker atau penyakit kulit kronis tidak diperkenankan menyumbangkan darah tanpa seijin dokter," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh