Suara.com - Selain risiko penyakit menular seperti HIV yang mengintai pemilik tato, kulit mereka juga rentan sulit berkeringat. Itulah kesimpulan yang didapat oleh para peneliti setelah melakukan sebuah studi yang dipublikasikan dalam Medicine and Science in Sports and Exercise Journal.
Studi yang menganalisis 10 responden laki-laki yang memiliki tato berukuran lebih dari 5.2 sentimeter di salah satu sisi tubuh mereka menunjukkan bahwa pemilik tato berkeringat lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak memiliki tato.
Tak hanya itu, keringat mereka juga memiliki konsentrasi natrium yang lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko mengalami demam.
Menurut peneliti Maurie Luetkemeier, keringat diproduksi oleh tubuh dengan tujuan mendinginkan. Namun pada pemilik tato, keringat yang diproduksi sedikit sehingga sulit bagi tubuh untuk mendinginkan suhu.
"Jika suhu tubuh meningkat maka tubuh akan mengalami demam tinggi," ujar dia dilansir dari laman Menshealth.
Risiko ini mungkin tak terlalu berpengaruh jika Anda memiliki tato di satu atau dua bagian tubuh saja. Namun jika tato yang Anda miliki berada di seluruh bagian tubuh maka hal ini bisa menjadi masalah. Anda akan rentan mengalami peningkatan suhu tubuh yang cukup sering.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya