Suara.com - Banyak pasangan yang enggan melakukan premarital check up sebelum menikah. Mereka khawatir hasil tes kesehatan mempengaruhi rencana mereka dalam membina rumah tangga.
Padahal menurut dr. Bramundito, Sp.OG, premarital check up bisa menjadi deteksi dini gangguan kesehatan sehingga bisa dilakukan pencegahan atau pengobatan sebelum menikah.
"Tes kesehatan penting dilakukan sebelum menikah, ada hepatitis tidak, ada HIV atau penyakit menular seksual lainnya tidak. Dengan begitu kita bisa melakukan upaya agar kualitas kesehatan setelah menikah, meningkat," ujarnya saat peluncuran buku 'Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan', belum lama ini.
Lalu pemeriksaan kesehatan apa saja yang wajib dilakukan sebelum menikah? Bramundito mengatakan, setidaknya pasangan yang akan menikah melakukan tes kesehatan toksoplasma, rubella, hepatitis dan HIV. Selain itu penting juga untuk mengetahui status kesuburan pasangan.
"Dengan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, seseorang bisa mengenal pasangan dan mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk merawat satu sama lain sehingga tetap sehat," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem