Anak-anak memiliki keinginan tinggi mencoba hal-hal baru di sekitarnya. Salah satunya bermain pasir. Meski bermain pasir ditengarai mampu menstimulasi indera sensori anak, namun sebuah studi terkini di Spanyol menemukan risiko yang mengintai dibalik kegiatan ini.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Zoonoses and Public Health ini menemukan bahwa pasir mengandung bakteri berbahaya bernama Clostridium Difficile atau C.diff. Bakteri ini, menurut peneliti utama Dr. José Blanco, diyakini dapat menyebabkan infeksi pada usus sehingga membuat penderita mengalami diare berat.
Biasanya infeksi kuman C. diff ditemukan di rumah sakit. Namun peneliti Spanyol menemukan bakteri ini juga terdapat pada pasir dimana merupakan media bermain anak-anak.
Kemungkinan besar bakteri ini berasal dari kotoran manusia atau hewan yang mengendap di pasir. Infeksi ini dianggap sebagai ancaman baru bagi anak-anak yang tergolong kelompok berisiko.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti menguji pasir dari 40 kotak pasir yang berasal dari taman di Madrid. 21 dari 40 kotak yang diteliti terbukti mengandung bakteri C. diff.
Racun dari bakteri C. diff dapat merusak lapisan usus, menyebabkan diare, dan cenderung resisten terhadap dua antibiotik, sehingga membuat infeksi lebih sulit diobati. Sebagai orangtua sebaiknya Anda lebih waspada jika anak bermain pasir. (Livescience)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?