Suara.com - Peneliti mengatakan bahwa meminta orang tercinta untuk menjalankan gaya hidup sehat ternyata tak bisa dengan cara menakut-nakuti.
Hal tersebut terungkap lewat sebuah penelitian ilmiah yang dikeluarkan oleh jurnal Health Communication. Menurut jurnal tersebut, dibanding menakut-nakuti, memberi motivasi malah lebih memiliki dampak untuk mengubah gaya hidup seseorang.
"Dengan pesan kesehatan, tidak cukup hanya memberi tahu orang, atau hanya mendidik mereka. Anda perlu memotivasi mereka. Dan emosi adalah motivator yang benar-benar bagus," kata Jessica Myrick dari Associate Professor di Pennsylvania State University, Amerika Serikat dilansir Zeenews.
Pada penelitian ini, tim meneliti 341 peserta berusia 17 hingga 72 tahun. Peserta ditinjau reaksinya saat diminta membaca artikel tentang kanker kulit dari halaman web yang dirancang menyerupai halaman di situs kesehatan, WebMD.
Artikel tersebut dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, apakah peserta merasa rentan. Kedua, apakah masalah tersebut dan ketiga, apakah ada cara mencegah dan mengobatinya.
Setelah meninjau kembali pesan tersebut, para peserta melaporkan emosi yang mereka rasakan tentang artikel ada saat membaca pesan bernada harapan, optimis dan dorongan. Hal tersebut menunjukkan bahwa harapan dan motivasi merupakan prediktor signifikan.
Kata Myrick, manusia sering menganggap emosi tidak rasional. Tapi nyatanya, emosi juga dapat membantu seseorang melakukan hal-hal luar biasa termasuk menjaga tubuh tetap sehat.
Baik rasa takut maupun motivasi, dapat bekerja sama dalam menciptakan pesan yang persuasif.
Baca Juga: Interview: Nasib Chand Kelvin Setelah Olga Syahputra Tiada
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh