Suara.com - Sebuah studi berskala global yang dilakukan oleh Pediatric Infectious Diseases Society menemukan fakta bahwa anak yang dirawat di rumah sakit kerap diresepkan obat-obatan secara tidak wajar, termasuk antibiotik.
Sesuai penelitian, anak-anak yang dirawat di rumah sakit telah diberi resep antibiotik sepertiga lebih banyak dari yang diperlukan.
Lebih lanjut studi ini juga menemukan bahwa sebagian besar resep pencegahan atau profilaksis menyertakan resep antibiotik spektrum luas yang dapat mempercepat perkembangan masalah resisten antibiotik dan segala macam infeksi yang berisiko resisten terhadap obat.
"Pola dan tingkat resep profilaksis yang tinggi ini menunjukkan penggunaan antibiotik yang berlebihan. Mudah-mudahan, hasil studi kami akan membantu meningkatkan kesadaran di kalangan profesional kesehatan tentang pemberian antibiotik yang tepat pada anak-anak," kata penulis penelitian, Markus Hufnagel dilansir Zeenews.
Studi ini merangkum pemberian resep antibiotik untuk sekitar 6.818 anak-anak yang dirawat inap di 226 rumah sakit anak selama satu hari dan berasal dari 41 negara.
Studi yang dilakukan pada 2012 lalu menunjukkan dari 11.899 resep antibiotik yang diberikan, 28,6 persen diantaranya adalah antibiotik profilaksis.
Lebih lanjut, dalam 36,7 persen kasus, dua atau lebih antibiotik sistemik diresepkan pada waktu yang bersamaan.
Pola-pola ini, kata Hufnagel, bertentangan dengan rekomendasi umum tentang penggunaan antibiotik yang lebih mengutamakan penggunaan antibiotik spektrum sempit untuk periode yang lebih pendek agar dapat membatasi perkembangan resistensi antibiotik.
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Pediatric Infectious Diseases Society.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan