Suara.com - Seorang bayi dengan kondisi ambiguous genital atau kelamin ganda lahir pada Maret lalu di Desa Bukit Selabu, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Ahmad Rasyid Alfarizi, nama bayi itu, lahir dari pasangan Arina dan Dedi Supriyanto. Ahmad lahir melalui persalinan normal, Kamis (22/3/2018) yang dibantu oleh bidan desa. Setelah lahir, ia dinyatakan sebagai anak perempuan oleh bidan desa.
Namun, keanehan mulai muncul satu hari setelah lahir. Muncul kelamin lain pada sang bayi.
Atas saran bidan desa bayi itu harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, mengingat kasus itu belum pernah terjadi di daerah tersebut.
Namun karena kondisi bayi terlalu lemah, pihak keluarga memutuskan untuk menunda membawanya ke RSUD Sekayu. Barulah, 10 hari berselang, tepatnya hari ini, Rabu (4/4/2018), keluarga membaya bocah itu ke RSUD Sekayu.
"Selama mengandung hingga melahirkan saya tidak merasakan keanehan terhadap bayi yang ada di dalam kandungan. Bahkan firasat pun tidak ada," ujar sang ibu bayi, Arina.
Selama mengandung, kata dia, dirinya dan sang bayi selalu dalam keadaan sehat, ini terlihat selama pemeriksaan kandungan yang dilakukan. Keadaan aneh, sambung dia, baru terlihat saat sang bayi buang air kecil.
"Saat buang air kecil kita curiga kenapa air keluar dari dua tempat secara bersamaan. Kita lapor ke bidan lalu diperiksa dan disarankan ke rumah sakit. Kita berharap, apapun jenis kelaminnya nanti, anak kami dapat sehat, kita terima jenis kelaminnya apa," harapnya.
Sementara itu Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Andodi membenarkan pihaknya telah menerima bayi atas nama Ahmad Rasyid Alfarizi, saat ini sang bayi tengah mendapatkan perawatan secara intensif di ruang bayi dan anak.
"Dari hasil pemeriksaan sementara memiliki kelamin ganda. Tapi kita belum bisa mengambil keputusan karena menunggu hasil laboratorium oleh tim dokter RSUD Sekayu," pungkasnya. (Andhiko)
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?