Ilustrasi sindrom insensitivitas androgen. (iStockphoto)
Suara.com - Pernahkan menjumpai kasus bayi laki-laki memiliki fisik layaknya perempuan? Pada kondisi seperti itu, bayi laki-laki tidak memiliki penis melainkan organ reproduksi wanita, yaitu vagina.
Namun, pada kasus tersebut si penderita tidak memiliki sel telur, tuba falopi, serta rahim. Di lain kasus, bisa saja bayi laki-laki memiliki penis, tetapi tidak berkembang secara sempurna. Kelainan seperti ini sering disebut sindrom insensitivitas androgen.
Meski bisa tetap hidup secara normal, penderita sindrom ini tidak bisa memiliki anak. Hal tersebut jelas disebabkan oleh kelainan organ reproduksi yang dimiliki.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Penis Sehat Bukan Sekadar Panjang dan Keras: Ini Tandanya
-
Ketahui 5 Jenis Perbedaan Warna Keputihan pada Miss V, Hijau Tanda Bahaya!
-
5 Mitos Penyakit Endometriosis yang Dipercaya Wanita, Banyak yang Tertipu!
-
6 Cara Menjaga Organ Reproduksi Perempuan, Mesti Dicatat Nih!
-
Pengertian dan Fungsi Testis sebagai Organ Reproduksi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem