Suara.com - Psikopat merupakan penyakit yang populer disebut gangguan kepribadian. Penyakit ini pun bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita.
Tentu, gejalanya pun berbeda-beda. Sama halnya seperti pria yang menderita serangan jantung biasanya mengalami nyeri dada, kesemutan di lengan kiri, berkeringat.
Di sisi lain, wanita yang menderita serangan jantung sangat kecil mengalami gejala ini dan lebih mungkin mengalami sesak napas dan mual.
Sementara itu, gejala psikopat yang sering dilihat dalam film American Psycho dan Silence of the Lambs seperti penyiksaan hewan dan kekerasan fisik, jauh lebih menandakan seorang psikopat pria.
Sedangkan psikopat wanita menunjukkan gejala yang berbeda. Akibatnya mereka seringkali tidak terdeteksi dibandingkan pria.
Jadi bagaimana tepatnya psikopat wanita berbeda dari psikopat pria? Dilansir dari Yourtango, berikut perbedaannya.
1. Narsisme
Pertama, semua psikopat tinggi dalam narsisme. Artinya mereka melihat diri mereka lebih superior dari yang lain. Tetapi psikopat wanita lebih tertutup tentang kecenderungan narsistik mereka.
Berita Terkait
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
5 Rekomendasi Parfum Wanita Aroma Elegan untuk Buka Bersama
-
Luis Estrella Ungkap Penyebab Hasil Buruk Timnas Futsal Putri Indonesia
-
5 Merek Parfum Pria yang Wanginya Tahan Lama di Alfamart
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi