Suara.com - Permen karet dibuat memang untuk dikunyah dan tidak ditelan, namun, tidak sedikit terkadang Anda bisa tidak sengaja menelannya khususnya pada anak-anak.
Meski tidak berbahaya, permen karet yang tertelan tidak bisa dicerna dengan baik oleh tubuh. Permen karet memang tidak akan terjebak di perut selama bertahun-tahun, melainkan keluar melalui feses.
Selain itu, dalam kasus yang sangat jarang, tertelan permen karet di saat Anda sedang sembelit bisa menyumbat usus. Apalagi jika Anda tertelan permen karet dalam jumlah yang cukup banyak atau sering. Ini dapat membuat Anda semakin sulit buang air besar.
Jangan panik, ingat bahwa permen karet tidak akan mengendap di perut Anda. Permen karet akan tetap keluar bersama dengan feses Anda. Jangan berusaha memuntahkan permen karet yang tertelan dengan mengorek tenggorokan Anda dilansir Hello Sehat.
Setelah Anda tidak sengaja menelan permen karet, segera minum air putih. Perbanyak minum air putih agar kerongkongan Anda terasa lebih nyaman.
Gejala-gejala penyumbatan biasanya termasuk sakit perut dan sembelit, kadang-kadang disertai dengan muntah, jika Anda memiliki gejala tersebut setelah menelan permen karet, segera periksa ke dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia