Suara.com - Kanker kulit, termasuk melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa, sering diawali dengan perubahan pada kulit berupa pertumbuhan baru atau luka prakanker yaitu perubahan yang bukan kanker, tetapi bisa menjadi kanker seiring berjalannya waktu.
Diperkirakan 40 hingga 50 persen dari orang berkulit putih yang hidup hingga usia 65 tahun akan mengembangkan setidaknya satu kanker kulit. Untuk itu kita perlu belajar mengenali tanda-tandanya karena kanker kulit dapat disembuhkan jika ditemukan dan diobati sejak dini.
Berikut empat tanda awal kanker kulit yang perlu diwaspadai.
1. Tahi Lalat
Tahi lalat adalah pertumbuhan melanosit (sel yang memberi warna pada kulit) yang jinak. Meskipun sangat sedikit yang berkembang menjadi kanker, tahi lalat yang abnormal atau atipikal dapat berkembang menjadi melanoma seiring berjalannya waktu waktu.
Tahi lalat yang mungkin telah berubah menjadi kanker kulit sering berbentuk tidak teratur, mengandung banyak warna, dan lebih besar dari ukuran penghapus pensil. Umumnya tahi lalat berkembang di usia muda atau dewasa muda. Jika tiba-tiba muncul tahi lalat saat sudah beranjak dewasa, sebaiknya periksakan ke dokter.
Berita Terkait
-
7 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam dan Cegah Kanker Kulit
-
5 Body Lotion Murah Mengandung SPF untuk Lindungi Kulit dari UV dan Cegah Kanker
-
7 Tanda Awal Kanker Kulit yang Sering Diabaikan, Wajib Kamu Waspadai!
-
7 Sunscreen SPF 50 PA+++ Terbaik: Cegah Penuaan Dini dan Kerusakan DNA
-
Benarkah Tato Picu Kanker Kulit dan Kelenjar Getah Bening? Ini Hasil Penelitian Terbaru
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh