Suara.com - Seorang perempuan bernama Tracy Kiss menjalani trik tak biasa untuk menjaga daya tahan tubuh dan melindungi dirinya dari flu. Ya, wanita tersebut menggunakan ramuan dari sperma untuk menjaga kesehatan tubuhnya.
Dalam hal ini Tracy Kiss pun membutuhkan teman laki-laki untuk mendapatkan ramuan ajaib demi menjaga kesehatan tubuhnya secara alami.
Tracy Kiss membuat ramuannya dari campuran buah, santan, susu almond dan sperma laki-laki. Ramuan itu lantas akan ia oleskan di wajahnya untuk melindungi daya tahan tubuhnya.
BACA JUGA: Sering Jadi Tempat Curhat Temanmu? Hati-hati Ini Bisa Pengaruhi Kesehatan!
Ia pun mengunggah tutorial cara membuat ramuan dari sperma sebagai obat mencegah flu tersebut di Youtube dan blogger pribadinya.
Wanita ini sengaja mencampurkan sperma laki-laki dalam ramuannya setelah mendengarkan pernyataan seorang ahli kecantikan tentang manfaat mengoleskan sperma di wajah.
Ia juga menemukan sperma memiliki sejumlah manfaat jika diminum. Karena itu ia mencampurkan sperma di ramuan alaminya sebagai obat oles sekaligus minum.
"Aku sudah merasa tidak punya energi lagi. Tetapi, sekarang aku merasa kulitku kencang, suasa hati dan kondisi tubuhku membaik karena ramuan ini," ujarnya dikutip HiMedik dari Mirror.
BACA JUGA: Sebelum Meninggal Dunia, Tubuh Keluarkan Bau Aneh Tanda-tanda Kematian
Baca Juga: Meski Banyak Manfaatnya, Kunyit Harus Dihindari Orang dengan 4 Kondisi Ini
Tracy Kiss mengaku mendapat sperma tersebut dari teman laki-lakinya yang selalu rutin membawa ke rumahnya setiap 3 minggu sekali. Ia juga berusaha memastikan temannya yang dimintai sperma bukan seorang peminum, perokok maupun pemakai obat-obatan.
Ia pun menceritakan rasa dan aroma dari sperma laki-laki tersebut. Menurutnya, aroma dan rasa sperma setiap laki-laki berbeda tergantung dari gaya hidup masing-masing.
Bahkan ia menyarankan orang menggunakan ramuan sperma ini untuk mengatasi mual berlebih.
"Sperma adalah produk yang luar biasa dan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Banyak wanita dan pria seharusnya memanfaatkan ini untuk kesehatan dan kebugaran tubuh karena tidak mengandung bahan kimia," tandasnya.
Berita Terkait
-
Wanita Disebut Punya Naluri Lebih Tinggi untuk Selingkuh, Kok Bisa?
-
Cegah Flu, Wanita Ini Pakai Resep Rahasia dengan Sperma
-
Wanita Ini Minum Smoothies Setiap Pagi, Bahannya Cairan Sperma
-
Masker Sperma Jadi Rahasia Awet Muda Masa Kini
-
Taruh Racikan Kunyit di Bekas Luka Operasi Caesar, Ibu Ini Kesakitan Parah
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien