Studi ini menyimpulkan bahwa menggelitik dapat memicu reaksi fisiologis ekstrem pada korban seperti muntah dan kehilangan kesadaran karena ketidakmampuan untuk bernapas.
4. Anak mungkin tidak bisa menyuruh Anda untuk berhenti
Menggelitik dapat menyebabkan tawa yang tidak terkendali dan sulit untuk dihentikan. Tawa yang disebabkan oleh gelitik terus-menerus dapat mencapai titik di mana orang yang digelitik tidak lagi dapat bernapas dengan benar, dan mereka juga tidak dapat mengatakan bahwa mereka berada dalam situasi yang sulit.
Sesuatu yang dimulai sebagai "kesenangan" dapat menyebabkan komplikasi medis yang serius.
5. Menggelitik dapat menyebabkan masalah kepercayaan seumur hidup
Menurut Dr. Alexander, menggelitik sebenarnya dapat menyebabkan sakit mental yang hebat. Kadang-kadang rasa sakit ini bisa bertahan seumur hidup.
Patty Wipfler, seorang ahli pengasuhan anak dan pendiri dan direktur Hand in Hand Organization mengatakan bahwa dari pengalamannya, menggelitik selama masa kanak-kanak adalah penyebab umum untuk tantangan emosional bahkan pada orang dewasa.
"Selama bertahun-tahun mendengarkan orang dewasa berbicara tentang tantangan emosional kehidupan mereka sebagai anak-anak, gelitik muncul berulang kali sebagai pengalaman yang menyakitkan," tulisnya.
Dia mengatakan trauma karena gelitik dapat menyebabkan situasi di mana dampaknya orang tersebut tidak dapat bersantai ketika orang lain berada dekat dengan mereka, mereka merasa tidak aman bahkan ketika tidur dekat dengan orang yang mereka percaya, dan secara internal selalu berjaga-jaga setiap kali ada sentuhan kasual antara mereka dan dari seseorang yang mereka cintai.
Baca Juga: Ulah Ayah yang Seret Anaknya di Bandara Viral, Alasannya Bikin Menggelitik
Jadi, kenapa memilih menggelitik di antara banyak cara lain yang lebih menyenangkan untuk mengungkapkan perasaan sayang Anda pada si kecil?
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem