Suara.com - Kabar meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah menjadi perbincangan hangat.
Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia karena menderita kanker paru-paru pada Minggu (7/7/2019) hari ini sekitar pukul 02.00 waktu di China. Sutopo meninggal saat menjalani pengobatan kanker paru-paru stadium 4 di Guangzhou China.
"Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau," tulis Direktorat PRB di Twitter.
Meninggalnya Sutopo cukup mengejutkan karena ia dikenal sosok yang sangat bersemangat untuk sembuh. Sebelumnya, Sutopo memang sempat mengabarkan penyakit kankernya sudah menyebar ke organ tubuh lain sehingga harus pergi berobat ke China melalui Instagramnya.
Menurut WHO, kanker paru-paru termasuk jenis kanker yang mematikan. Ada 2 jenis kanker paru-paru yang membedakan antara perokok dan non-perokok.
Kanker paru-paru sel kecil (SCLC) dilansir dari Cancer Research UK, Sekitar 12 persen kasus paru-paru kelompok ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok.
Berbeda dengan kanker paru-paru non sel kecil (NSCLC), sekitar 87 persen kasus kanker paru-paru biasanya masuk dalam kategori kanker paru-paru non sel kecil ini.
Katerogi kanker paru-paru non sel kecil ini pun memiliki 3 tipe yang perlu diketahui.
1. Adenokarsinoma
Baca Juga: Sutopo Kanker Paru-paru Meski Tidak Merokok dan Makan Sehat, Kok Bisa?
Jenis kanker paru-paru non sel kecil paling umum dan disebabkan oleh lendir yang membuat sel-sel kelenjar di lapisan saluran udara.
2. Kanker sel skuamosa
Kanker paru-paru jenis ini berkembang di sel datar yang menutupi permukaan saluran udara dan cenderung tumbuh di dekat pusat paru-paru.
3. Karsinoma sel besar
sel-sel kanker jenis ini terlihat besar dan bundar di bawah mikroskop.
Adapun tahapan kanker paru-paru non sel kecil dilansir dari Lung Cancer seperti berikut:
Berita Terkait
-
Atap Asbes Bisa Picu Kanker, Ini 5 Alternatif Lain yang Lebih Aman dan Awet
-
Acil Bimbo Tutup Usia 82 Tahun, Indonesia Kehilangan Maestro Musik Religi
-
6 Jenis Kanker Paling Banyak Serang Usia di Bawah 50 Tahun, Waspada!
-
1 Agustus 2025 Memperingati Hari Apa? dari Girlfriend Day hingga Childfree
-
Kanker Paru Kian Banyak Renggut Nyawa, Himpunan Dokter Desak Deteksi Dini
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!