Suara.com - Sayur dan buah dikenal sebagai makanan sehat yang dapat menjaga tubuh dari serangan penyakit. Tapi pernahkah terpikir oleh Anda, lebih sehat mana antara mengonsumsi sayur dan buah tanpa diolah atau yang telah melalui proses pengolahan?
Jawabannya sebenarnya relatif. "Ada proses memasak yang justru berpengaruh negatif terhadap kandungan nutrisi makanan, dan ada juga proses memasak yang meningkatkan kandungan nutrisi," ujar peneliti makanan Guy Crosby, mengutip laman Huffpost, Kamis (8/8/2019).
Crosby mengatakan, baik tidaknya sayur dan buah yang dimasak dipengaruhi beberapa faktor, seperti cara memasak, produk yang dikonsumsi, dan apa nutrisi spesifik yang ingin dikonsumsi, karena pada dasarnya sayuran dan buah ini miliki variasi yang berbeda saat dimasak dan tidak dimasak.
Sekedar informasi, panas saat memasak dapat mengubah kandungan nutrisi. Vitamin B dan C, serta sebagian bahan kimia lain yang disebut fitonutrien dan banyak terkandung dalam sayuran dan buah, akan larut dalam air. Memasak atau merebus akan menghilangkan nutrisi tersebut, terlebih jika cairan yang dimasak dibuang. Tapi jika Anda menggunakan cairan hasil rebusan itu, maka Anda akan tetap mendapatkan sebagian manfaat dan gizinya.
Sementara itu vitamin lain seperti vitamin A, D, E, dan K akan larut dalam lemak, yang artinya jika memasak sayur dan buah dengan kandungan vitamin tersebut, vitamin akan hilang saat proses penggorengan.
Crosby mengatakan bahwa kandungan vitamin C dapat jadi tolak ukur dampak memasak pada nutrisi dalam makanan. Vitamin C peka terhadap panas, cahaya, dan udara, serta mudah larut dalam air. Itu sebabnya, kadar vitamin C dalam sayur dan buah mudah terdegradasi atau berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia