Jika kronosignal dalam ASI benar-benar membantu mengkalibrasi biologis sirkadian bayi, maka bayi yang minum ASI yang tertukar ini mungkin lebih banyak memgalami kesulitan tidur, pencernaan, dan perkembangan.
Sebenarnya, untuk mengatasinya cukup mudah, Ibu-ibu dapat memberi label ASI mereka dengan waktu mereka memompa dan mengoordinasikan pemberian ASI sesuai dengan dengan jam memompa mereka. Misalnya ASI pagi, untuk pagi hari, ASI siang untuk siang hari begitu pun saat malam.
Jika ini juga menjadi praktik standar di unit perawatan intensif neonatal, para ahli yakin akan ada ribuan bayi yang dapat memperoleh manfaat dari ASI yang disajikan tepat waktu. Tentunya ini berpotensi membantu mereka mengatur ritme sirkadian dengan lebih baik.
Banyak NICU telah mengadopsi praktik yang dirancang untuk mengatur biologis sirkadian bayi dengan lebih baik, seperti meredupkan lampu di malam hari, sehingga pemberian ASI yang diberikan sesuai waktu dia dipompa akan menjadi langkah yang mendukung. Demikian pula, bank-bank susu yang menerima ASI donor dapat memilah-milah ASI berdasarkan waktu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?