News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB
Basarnas bersama personel TNI dan Polri mengevakuasi warga terdampak gempa bumi di NTT, Sabtu (15/8/2026). [ANTARA/HO-Kodam IX/Udayana]
Baca 10 detik
  • Gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo mengguncang kawasan wisata Labuan Bajo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Tiga wisatawan asing dilaporkan menjadi korban gempa dan dua di antaranya mengalami luka-luka akibat reruntuhan.
  • Personel Brimob segera mengevakuasi korban ke rumah sakit dan menyiagakan Operasi Aman Nusa untuk mengantisipasi korban tambahan.

Suara.com - Sejumlah wisatawan asing dilaporkan ikut menjadi korban gempa bumi dahsyatberkekuatan 7,7 Magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Para wisatawan asing itu tengah berada di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, saat gempa terjadi.

Komandan Kompi 1 Batalyon B Pelopor Labuan Bajo, Iptu Theodorus B Boka, mengatakan terdapat tiga wisatawan asing yang menjadi korban.

Boka mengatakan, hal itu diketahui ketika pihaknya bergerak cepat melakukan patroli dan pengecekan dampak kerusakan di berbagai titik, termasuk di kawasan Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo.

Berdasarkan hasil penyisiran di Hotel Jayakarta, petugas menemukan kerusakan signifikan pada struktur bangunan.

"Ada tiga WNA ditemukan jadi korban. Dua di antaranya cedera fisik karena terjebak di tengah reruntuhan bangunan gudang," kata Boka.

Laporan medis awal menyebutkan kedua WNA tersebut mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuh, seperti lutut, hidung, dan pinggang.

Cedera ini disebabkan oleh serpihan puing bangunan yang jatuh saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari dalam hotel.

Selain memberikan pertolongan pertama di lokasi, personel Brimob juga membantu menenangkan para wisatawan yang dilanda kepanikan luar biasa.

Baca Juga: Rumah Eks Menkominfo Johnny G Plate Ambruk, Korban Tewas Gempa NTT 47 Orang

Banyak turis yang kebingungan mencari anggota keluarga mereka yang telah dievakuasi lebih dulu oleh pihak pengelola hotel.

Sejumlah wisatawan langsung diantar oleh petugas menuju Rumah Sakit (RS) Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, sebagian lainnya diarahkan ke titik kumpul aman di area biara setempat sesuai dengan petunjuk dan koordinasi dari pihak manajemen hotel.

Brimob Siagakan Operasi Aman Nusa

Hingga saat ini, personel Brimob masih terus melakukan patroli intensif di sepanjang kawasan pesisir dan perhotelan Labuan Bajo.

Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban tambahan yang mungkin belum terevakuasi di area-area terpencil atau bangunan yang terdampak parah.

Langkah cepat ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan dalam kerangka Operasi Aman Nusa, yang difokuskan pada penanggulangan bencana alam berskala besar.

Iptu Theodorus Boka menegaskan, kehadiran aparat di tengah masyarakat dan wisatawan bertujuan untuk memberikan rasa aman serta menjamin proses evakuasi berjalan lancar.

“Kami akan terus bersiaga dan menyisir lokasi-lokasi untuk membantu masyarakat," kata dia.

Load More