Suara.com - Penelitian Sebut Skincare Lokal Mulai Buat Brand Luar Ketar-ketir.
Kini brand skincare lokal semakin banyak diminati masyarakat Indonesia, fakta ini semakin membuat brand skincare internasional cukup ketar-ketir bersikutan dengan brand lokal.
Ini terjadi lantaran masyarakat semakin pintar untuk mengenal ingredients produk skincare
"Pengguna skin care di Indonesia tak selugu dulu. Kini mereka paham dengan istilah-istilah sulit kandungan (ingredients) di dalamnya dan fasih membicarakan di media sosial," ujar Rayandityo Muktiaki, Chief Operating Officer SAC di Hotel Pullman, M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019)
Sementara itu Ardian Atmaka General Manager SAC , yang juga selaku peneliti temuan mengatakan semakin boomingnya penggunaan skincare lokal haruslah diapresiasi. Mengingat kandungan apa yang tepat digunakan hanya masyarakat aslinya yang paling memahami.
"Kalau tren-nya kayak gini sebenernya udah benar ya jalannya, karena yang tahu iklimnya yang tau jenis kulitnya yang tahu suhunya kayak apa ya harusnya orang Indonesia, kalau kami sih seneng mudah-mudahan bisa terus seperti ini tren-nya," jelas Ardian
Pengetahuan bahan baku dan dermatologi masyarakat itulah yang disebut-sebut jadi 'gong' semakin dipercayanya skincare lokal untuk merawat kebersihan dan kecantikkan kulit penduduk dalam negeri.
"Dia nggak cuma ngeliat brand image doang, tapi dia bener-bener cari tau lebih detail dermatologycal-nya apa, ingridiance apa, setelah ngeliat sama kok kayak brand luar, harganya lebih murah jadi yaudah dari situlah (dipercaya)," jelas Ardian
Melihat perkembangan ini Ardian optimis kesempatan brand lokal untuk bisa go internasional semakin terbuka lebar, lantaran tren pertumbuhannya meski naik turun atau fluktuatif, tapi terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagaimana hasil penelitian yang telah dilakukan SAC bersama 6Estates sejak 2014 lalu.
Baca Juga: Jatuh Cinta dengan Skincare, Ini Total Perawatan Wajah Liv Tyler di Rumah
"Sangat-sangat bisa (mendunia) tapi belum ada penelitian ke situ, baru tahu juga ternyata produknya bukan cuma disini tapi laju diluar (negeri). Tapi kalau kayak gitu saya melihat sangat besar kemungkinannya (brand lokal) terus berkembang," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?