Suara.com - Seberapa lama durasi melakukan penetrasi akan sangat mempengaruhi kepuasan pasangan saat melakukan hubungan seks.
Di sinilah diperlukan keperkasaan dan daya tahan lama seorang lelaki, agar perempuan bisa mendapatkan orgasme.
"Jadi durasi itu menentukan, supaya untuk memperlama. Pokoknya buat pria itu harus keras dan tahan lama," ujar dokter kandungan sekaligus Seks Konsultan, dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, dalam acara peluncuran produk baru WISH di Blok M Square, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).
Memperlama yang dimaksud dr. Boyke yaitu untuk memastikan pasangan mendapat orgasmenya.
Untuk mendapatkan orgasme, lelaki minimal harus melakukan penetrasi lebih dari 3 menit atau lebih dari 20 tusukan, karena jika kurang dari itu si lelaki dikatakan mengalami ejakulasi dini.
"Tapi kalau 3 sampai 5 menit, itu normal, karena 60 persen wanita sudah orgasme dalam 5 menit, tapi kalau dia (lelaki) bisa sampai menaikkannya sampe 9 menit 70 persen 80 persen sudah orgasme. Kalau naik lagi sampai 12 menit 90 persen sudah orgasme," tuturnya.
Orgasme sendiri dikatakan sebagai puncak kenikmatan dalam melakukan hubungan intim. Setelah sebelumnya dilakukan foreplay atau pemanasan lebih dulu selama minimal 10 menit, agar vagina siap menerima masuknya penis.
Sementara itu, ada berbagai faktor yang menyebabkan ejakulasi dini yang berimbas merusak kualitas seks, karena sama-sama tidak terpuaskan dan tidak mendapat orgasme.
Baca Juga: Perlu Tahu, Ini 5 Manfaat Bercinta di Pagi Hari Menurut Sains
"Faktornya (ejakulasi dini) banyak, jadi pembuluh darah yang sudah tidak sehat akibat makanan tinggi lemak, gorengan santan, tinggi gula, nasi-nasi kemudian juga kurang berolahraga, merokok, minum minuman keras, begadang kurang tidur kemudian juga stres berkepanjangan," jelasnya.
Jika sudah seperti ini dr. Boyke menyarankan untuk tidak langsung pergi ke dokter, dan cukup hanya meminum obat penunjang stamina.
"Tapi kalau bisa diatasi karena dia kurang stamina, staminanya kurang, pembuluh darahnya menyempit sedikit kan masih bisa diobati," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan