Suara.com - Mpok Atiek salah satu artis senior yang pernah memakai suntik silikon di wajah untuk menjaga kecantikannya. Setelah bertahun-tahun memakai silikon, kini Mpok Atiek justru melakukan operasi pengangkatan suntik silikonnya.
Artis senior ini sengaja melakukan operasi pengangkatkan suntik silikon karena sudah tidak tahan merasakan efek sampingnya.
Pasalnya, cairan silikon tersebut sudah masuk ke dalam jaringan tubuhnya hingga bengkak-bengkak.
"Dulu kan tahun 90-an itu kan disuntik, tapi yang di salon dulu loh. Tapi kita kan nggak tahu apa ya. Singkat cerita 15 tahun kemudian itu kan cairan rupanya masuk ke jaringan tubuh. Jadi kalau nggak sehat, dia naik bengkak-bengkak lah," jelas Mpok Atiek dilansir dari akun gosip @mak_inpoh
Akibatnya, Mpok Atiek harus melakukan operasi pengangkatan berulang kali. Mpo Atiek pernah mengaku sudah menjalani operasi pengangkatan silikon sebanyak 21 kali.
Perlu Anda ketahui silikon dikenal sebagai senyawa polimer unsur silikon dan oksigen. Silikon memiliki berbagai bentuk dan tidak sepenuhnya cocok untuk manusia.
Biasanya sejumlah orang yang memilih langkah untuk suntik silikon karena ingin cara instan demi mewujudkan penampilan yang cantik.
Melansir dari steemit, penggunaan silikon seperti Mpok Atiek pastinya memberikan sejumlah efek samping jangka pendek dan jangka panjang.
Efek samping jangka pendek
Baca Juga: Angkat Silikon di Wajah, Mpok Atiek Tampil Beda
Dalam beberapa hari atau minggu setelah menggunakan silikon bisa menyebabkan kemerahan, nyeri, benjolan, memar, gatal, reaksi hipersensitivitas dan peradangan.
Efek samping jangka panjang
Setelah beberapa tahun menggunakan silikon bisa menyebabkan peradangan granuloma, nodul, celah dan jaringan parut, dan migrasi pengisian implan.
Seorang ahli radiologi juga menyatakan bahwa penggunaan suntikan silikon cair dapat menimbulkan risiko yang mengancam jiwa penggunanya, salah satunya emboli paru.
Sebuah studi meneliti 44 pasien dengan suntikan silikon cair, 25 persen di antaranya meninggal karena pendarahan paru-paru.
Apalagi jika suntik silikon tidak dilakukan oleh ahli yang profesional. Sehingga suntik silikon jauh lebih berisiko karena mengesampingkan keselamatan pasien.
Berita Terkait
-
5 Efek Samping Makanan Bersantan untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Diwaspadai
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Cuma Bikin Melek, Ini 6 'Sisi Gelap' Kopi yang Jarang Kamu Sadari
-
Hidungnya Dibilang Mirip Mpok Atiek, Nathalie Holscher Beri Balasan Menohok
-
Jangan Makan Mi Instan Mentah! Ini 5 Bahaya Tersembunyi yang Jarang Diketahui
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?