Suara.com - Pada Hari Kemerdekaan RI, semua orang memeriahkannya dengan mengadakan berbagai macam lomba. Biasanya diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Beberapa lomba yang biasanya selalu hadir di 17 Agustus seperti makan kerupuk, pecah air, hingga mengambil koin.
Dalam lomba ambil koin biasanya menggunakan uang koin yang dipasangkan ke terong atau media buah lainnya lalu dilumuri petis. Lantas peserta lomba diminta mengumpulkan koin menggunakan mulut dalam durasi waktu yang ditentukan.
Tetapi, apakah lomba mengambil koin dengan mulut ini aman untuk kesehatan anak-anak hingga orang dewasa?
Penelitian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilansir dari Surrey Live menemukan ada banyak bakteri berbeda yang hidup di dalam uang koin dan uang kertas.
Peneliti lantas menemukan adanya bakteri staphylococcus aureus (MRSA) dan enterococcus faecium (VRE) dalam uji laboratorium uang koin. Kedua bakteri tersebut memiliki strain yang dapat resisten terhadap antibiotik.
Selain itu, peneliti juga menemukan ada bakteri udara yang bisa mengancam jiwa yakni listeria.
Profesor lainnya juga mengatakan ada banyak mikroorganisme yang tumbuh di atas logam atau uang koin.
Jangankan memasukkan koin ke dalam mulut. Dilansir dari Net Doctor, peneliti menyarankan segera mencuci tangan setelah memegang uang koin, apalagi uang koin diyakini lebih banyak bakteri daripada uang kertas.
Baca Juga: Studi Sebut Apel Bisa Mengandung 100 Juta Bakteri, Simak Kata Peneliti!
Hal itu karena mikroorganisme pada uang koin bisa menyebabkan bintik-bintik, bakteri kulit yang tidak berbahaya, bakteri yang juga ditemukan di vagina, mikroba dari mulut, virus dan DNA hewan peliharaan.
Dengan begitu, mengambil uang koin dengan mulut tentu saja lebih berisiko karena bakteri berbahaya bisa langsung menyebar melalui mulut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak