Suara.com - Membersihkan rumah memang bagus, tetapi terkadang membersihkan rumah juga berdampak negatif pada kesehatan apabila dilakukan dengan cara yang salah.
Melansir Mirror, ahli kebersihan Ralitsa Prodanova dari firma pembersih rumah Fantastic Services memberi tahu 10 kesalahan teratas yang mungkin sering dilakukan di rumah.
1. Menggosok spora hitam
Tidak ada yang ingin rumahnya berjamur, tetapi menggosok spora bisa sangat berbahaya.
“Jamur hitam yang tumbuh di dinding lembap seringkali sangat beracun. Cetakan organik yang hidup ini dapat mengirim spora ke udara, yang menyebar seperti virus."
Menurut Ralitsa, cara paling aman untuk membersihkan jamur ini adalah dengan menggunakan masker pelindung atau sarung tangan.
“Cara paling efektif untuk memerangi jamur adalah dengan menuangkan pemutih ke dalam botol penyemprotan, sebelum menutupi area berjamur dan membiarkan pemutih bekerja selama 30 menit. Buka semua jendela untuk memungkinkan asap beracun keluar dan bersihkan dan bilas area itu.”
2. Melewatkan alat olahraga
“Ada banyak penelitian tentang bakteri yang mengintai pada peralatan olahraga. Dan, seringkali, peralatan olahraga mengandung lebih banyak kuman daripada toilet, termasuk toilet yang dapat menyebabkan bisul, eczma, jerawat dan rosacea, dan juga superbug yang ditakuti, MRSA," ujar Ralitsa.
Baca Juga: Rutinitas Membersihkan Wajah, Lebih Baik Pakai Air Dingin atau Hangat?
3. Reaksi kimia
Jangan mencampur produk pembersih, sebab ini menjadi sangat berbahaya.
“Hal utama yang harus diperhatikan adalah mencampur pemutih dengan zat lain. Pemutih dan pembersih berbasis amonia apa pun adalah dilarang, karena berpotensi dapat menghasilkan gas beracun yang bahkan dapat terbukti mematikan dalam beberapa keadaan," jelas Ralitsa.
Sementara itu, pemutih dan cuka juga bisa melepaskan gas yang bisa menyerang saluran udara Anda.
4. Membuka penutup toilet
Meski kamar mandi bersih, tetapi ketika Anda tidak menutup toilet ketika menyiram sama saja Anda menyebarkan bakteri ke udara.
Berita Terkait
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Gaya yang Punya Makna, Fashion Jadi Cara Baru Berbagi untuk Anak Pejuang Jantung
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
5 Wajan Anti Lengket yang Aman Tanpa Bahan Kimia PFOA, Masak Lebih Sehat
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia