3. Membantu mengendalikan gula darah
Makan kaktus dinilai aman bagi penderita diabetes karena dapat membantu mengendalikan gula darah. Hal ini didukung oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal ISRN Pharmacology.
Penelitian tersebut menemukan bahwa ekstrak biji kaktus bisa menurunkan gula darah sekaligus meningkatkan glikogen pada otot dan hati.
Manfaat makan kaktus yang satu ini akan semakin baik jika diimbangi dengan konsumsi obat-obatan sesuai dengan resep dokter.
4. Menurunkan risiko kanker
Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa kaktus dapat menghambat pertumbuhan tumor di dalam tubuh. Manfaat ini berasal dari kandungan antioksidan yang begitu beragam.
Dengan makan kaktus, salah satu manfaat yang Anda terima adalah mendapatkan antioksidan berupa pektin, karoten, asam askorbat, betalain, polifenol, dan asam galat.
Seluruh senyawa antioksidan ini melindungi tubuh Anda dari radikal bebas yang memicu pembentukan kanker.
5. Membantu menurunkan berat badan
Baca Juga: Wali Kota Risma Akui Tak Ada Masalah dengan Mahasiswa Papua di Surabaya
Makan kaktus juga membawa manfaat untuk menurunkan berat badan. Kaktus dapat menurunkan berat badan dengan berbagai cara.
Pertama, kandungan vitamin B kompleks di dalamnya akan mempercepat laju metabolisme sehingga akan lebih banyak kalori yang dibakar.
Kedua, kandungan serat pada kaktus dapat membuat Anda kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan. Ketiga, kaktus dapat menurunkan kolesterol jahat dan membantu proses pembakaran lemak.
Kaktus memang tidak sepopuler bahan lainnya untuk dijadikan olahan makanan. Padahal, makan kaktus bisa membawa banyak manfaat yang belum diketahui banyak orang.
Kaktus sangat kaya akan serat, antioksidan, vitamin, serta mineral. Rasanya pun cukup lezat jika Anda bisa mengolahnya dengan baik.
Mengetahui manfaatnya, jangan sia-siakan tumbuhan kaktus cuma hanya dipajang. Tak ada salahnya menjadikan kaktus sebagai alternatif untuk membantu hal di atas. Selamat mencoba!
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga