Suara.com - Viral Begadang Bikin Tubuh Sulit Lakukan Detoksifikasi, Mitos Atau Fakta?
Berbagi informasi seputar kesehatan dan tips sehat boleh-boleh saja. Hanya, pastikan informasi yang Anda bagikan tepat dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Baru-baru ini, pesan broadcast di aplikasi WhatsApp seputar jam-jam saat tubuh melakukan detoksifikasi viral di media sosial. Disebutkan dalam broadcast tersebut, kerugian begadang karena pada jam-jam tertentu, tubuh sedang melakukan detoksifikasi.
Berikut bunyi pesan broadcast yang viral:
Ini info bagus agar tidak tidur larut malam dan bangun lebih awal
Para dokter di Rumah Sakit Nasional Taiwan melakukan penemuan terbaru, penyebab utama kerusakan hati adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang.
Jangan tidur lewat dari jam 22.00 malam, karena malam hari Pk. 23.00 s/d dini hari Pk. 01.00 adalah Proses Pembersihan(detox) di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Pk. 01.00 s/d 03.00 Proses Pembersihan di bagian Empedu dalam kondisi tidur.
Pk. 03.00 s/d 05.00 Proses Pembersihan bagian Paru-paru. Nah...ini pas waktu bangun untuk tahajud dan tarik napas dalam2 menghirup udara pagi.
Baca Juga: Punya Sakit Maag Tidak Boleh Diet, Mitos atau Fakta?
Pk. 05.00 s/d 07.00 Proses Pembersihan bagian Usus Besar, sebaiknya Buang Air Besar...
Pk. 07.00 s/d 09.00 Proses Penyerapan Gizi bagi Usus Halus, jadi harus makan pagi.
Begadang & bangun terlalu siang mengacaukan Metabolisme tubuh. Selain itu dari tengah malam s/d Pk. 04 dini hari adalah waktu bagi Sumsum Tulang Belakang utk memproduksi darah.
Kirim ke orang-orang yg kamu sayangi. Penting buat yang suka begadang.. Bagi ini ke orang-orang terdekat Anda. Kebaikan hati tidak pernah merugikan kita.
Semoga bermanfaat Untuk Kita Semua!!!!
Penjelasan Pakar
Penelusuran Suara.com menemukan bahwa broadcast ini sudah beredar sejak tahun 2011, namun sempat kembali populer di tahun 2017. Sejumlah blog menulis ulang pesan ini, yang pada akhirnya menjadi populer di media sosial.
Untuk mengetahui kebenaran pesan ini, Suara.com menghubungi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH. Prof Ari, yang juga merupakan pakar kesehatan saluran cerna, menyebut informasi tersebut hanyalah pesan yang dihubung-hubungkan tanpa ada penjelasan ilmiah.
"Nggak ada hubungannya, nanti orang nggak bisa jaga malam. Orang masih boleh kalau dia bertugas jaga malam dia begadang kaya dokter, cuma dia konversi paginya dia istirahat jam tidur," ungkap Prof Ari, seperti ditulis Kamis (10/10/2019).
Ingin tahu lebih lanjut penjelasan pakar dan kesimpulan broadcast viral ini? Cek halaman selanjutnya ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!