Suara.com - Air birch juga dikenal sebagai getah pohon birch yang biasanya dipanen saat awal musim semi. Air birch ini memiliki warna yang cukup pekat dan rasanya sedikit manis.
Melansir dari Healthline, air birch menawarkan banyak nutrisi, terutama vitamin dan mineral. Secara historis, pelaut meminum air birch ini untuk mengatasi penyakit kuddus.
Banyak faktor yang memengaruhi komposisi nutisi air birch, termasuk geografi, jenis tanah, spesies hingga umur pohon. Tetapi umumnya, air birch ini rendah kalori dan gula.
Studi juga mengungkapkan air birch mengandung sejumlah fosfor, kalium, asam folat, vitamin C dan tembaga. Selain itu, air birch juga menyediakan asam amino dan sejumlah besar antioksidan polifenol yang membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh.
Adapun manfaat konsumsi air birch, terutama untuk kecantikan kulit maupun rambut serta kesehatan tulang.
1. Kaya mangan
Mineral di dalam air birch mengandung mineral penting untuk pengembangan dan pemeliharaan tulang. Bahkan penelitian telah menunjukkan bahwa ketika dikombinasikan dengan kalsium, seng dan tembaga. Air birch dapat membantu mengurangi kehilangan tulang belakang pada wanita lebih tua.
2. Bersifat antioksidan
Air birch mengandung antioksidan polifenol tinggi yang melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa polifenol dapat melindungi tubuh dari sejumlah penyakit, alzheimer, diabetes tipe 2, osteoporosis, parkinson dan kanker tertentu.
Baca Juga: Saat Menstruasi, 4 Hal Berikut Terjadi pada Kulit
3. Kesehatan kulit
Satu studi menemukan bahwa air birch dalam produk perawatan kulit bisa meningkatkan sel-sel kulit yang disebut keratinosit. Hal ini menunjukkan bahwa getah birch dapat membantu menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.
4. Menguatkan akar rambut
Penelitian menunjukkan kandungan kolagen dan zat besi dalam air birch bermanfaat untuk kekuatan rambut. Selain itu, vitamin C dalam air birch juga bisa melindungi rambut dari radikal bebas yang bisa merusak sel-sel rambut dan mencegah pertumbuhan rambut.
Berita Terkait
-
Waspada, 5 Masalah Kesehatan Ini Bisa Muncul Akibat Kurang Berjemur
-
6 Jenis Makanan Terbaik untuk Mencegah Tulang Rapuh di Masa Depan
-
Bukan Cuma Bungkuk, Ini 5 Cara Sederhana Mencegah Skoliosis Biar Gak Makin Parah
-
5 Rekomendasi Kasur Orthopedic Terbaik untuk Kesehatan Tulang Belakang
-
Daftar Skincare Pemutih Wajah Harga Murah Bersertifikat BPOM, Perempuan Wajib Tahu!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun