Suara.com - Untuk beberapa pria, ukuran penis sangatlah penting untuk menunjukkan kejantanan mereka.
Meskipun banyak penelitian telah menunjukkan bahwa ukuran tidak masalah, banyak cara yang mereka tempuh untuk membuat penis lebih besar.
Nah, salah satu tren yang paling banyak dibicarakan saat ini adalah filler penis. Seperti dilansir dari Daily Star, filler penis merupakan prosedur yang mirip dengan botox, di mana menyuntikkan cairan tertentu ke dalam kulit.
Karena termasuk prosedur non bedah, biayanya pun cenderung lebih murah dari operasi pembesaran penis.
Namun, prosedur ini tidak memengaruhi sama sekali panjang penis, ia hanya dirancang untuk menargetkan ketebalan kulit penis.
Jika filler berhasil disuntikan, ia akan menambah diameter hingga 2 cm, Tentunya, hasilnya sendiri tidak permanen dan cenderung bertahan sekitar 18 bulan saja.
Seperti halnya operasi plastik, ada risiko yang terlibat.
"Semua prosedur augmentasi ini terutama untuk meningkatkan ketebalan lembek Anda, dan itu tidak akan bermanfaat bagi panjang ereksi Anda, jadi secara fungsional itu tidak akan memperbaiki masalah," ujar Asif Muneer dari Asosiasi Ahli Bedah Urologi Inggris.
"Jika ada, itu dapat menyebabkan komplikasi yang akan merusak fungsi seksual mereka nanti," tambahnya.
Baca Juga: Bukannya Atasi Phimosis, Dokter Ini Justru Potong Habis Penis Bocah 3 Tahun
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI