Suara.com - Dunia hiburan tanah air kembali berduka. Suhu Naga, lelaki yang disebut sebagai peramal artis dikabarkan meninggal dunia akibat gagal jantung pada Jumat (1/11/2019).
Menurut penuturan adiknya, Dewi, mendiang sang kakak meninggal setelah mendapat bantuan CPR di Puskesmas, namun oksigen yang masuk ke paru-paru hanya sedikit.
"Tahu-tahunya gagal jantung. Jadi oksigennya nggak masuk ke paru-paru. Iya 30 persen saja oksigen yang bisa masuk jadi dikasih CPR dan itu juga nggak ketolong,” tutur Dewi, saat menceritakan kronologi meninggalnya sang kakak.
Berdasarkan Hello Sehat, gagal jantung merupakan istilah medis yang mengacu pada kondisi jantung yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Saat fungsi jantung terganggu, darah tidak akan dapat dipompa ke seluruh tubuh secara efisien.
Seperti peyakit jantung lainnya, risiko gagal jantung juga dapat meningkat akibat beberapa faktor. Antara lain :
1. Menderita tekanan darah tinggi
Hipertensi dapat menyebabkan jantung bekerja keras dari biasanya, sehingga risiko jantung berfungsi secara tidak efektif juga lebih tinggi.
2. Memiliki masalah atau penyakit pada jantung
Apabila menderita serangan jantung, cacat jantung bawaan lahir, atau penyakit katup jantung, peluang untuk mengalami gagal jantung lebih besar.
3. Menderita diabetes
Baca Juga: Gagal Jantung Dialami Peramal Artis Suhu Naga, Ini 3 Penyebabnya
Selain karena penyakit diabetes itu sendiri, pengobatan penyakit ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gagal jantung. Beberapa obat dapat memengaruhi fungsi jantung, seperti rosiglitazone (Avandia) dan pioglitazone (Actos).
4. Obesitas
Berat badan berlebih memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan, salah satunya fungsi jantung.
5. Pola hidup tidak sehat
Merokok, minum alkohol, sering makan makanan kurang sehat, maka peluang Anda mengalami kondisi gagal jantung jauh lebih besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?