Suara.com - Kelahiran cucu ketiga Presiden Joko Widodo pada Jumat (15/11/2019) langsung menyita perhatian masyarakat Indonesia. Bahkan, nama La Lembah Manah menjadi trending nomor satu di Twitter.
Diketahui Selvi Ananda melahirkan melalui proses caesar pada pukul 15.46 WIB, di RS PKU Muhammadiyah, Solo.
Putri kedua Gibran Rakabuming Raka ini dilahirkan dengan berat 2,9 kilogram dan panjang tubuh 46,6 sentimeter.
Berdasarkan penuturan Dr. Soffin Arfian, langkah operasi caesar diambil lantaran indikasi untuk itu lebih kuat.
"Alhamdulillah semua sehat. Proses persalinan juga lancar. Proses operasi berlangsung sekitar satu jam," kata Dr. Soffin, mengutip Solopos, partner Suara.com.
Ia menambahkan, timnya akan merawat Selvi Ananda hingga hari pascaoperasi.
Jauh berbeda dengan persalinan pervaginam atau normal, persalinan caesar mungkin membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Melansir Medical News Today, pemulihan penuh dari operasi caesar memakan waktu 4 hingga 6 minggu. Namun setiap perempuan berbeda, beberapa penelitian menunjukkan 60% perempuan mengalami rasa sakit pada sayatan hingga 24 minggu atau 6 bulan setelah melahirkan.
Jika perempuan melahirkan normal bisa pulang pada hari yang sama saat melahirkan, umumnya mereka yang operasi caesar justru disarankan untuk tinggal di rumah sakit 2 hingga 4 hari.
Baca Juga: Punya Cucu ke-3, Jokowi Minta Jan Ethes Bicara: Adiknya Sudah Lahil, Cantik
Salah satu risiko terbesar proses persalinan ini adalah mengembangkan pembekuan darah di kaki, tetapi ini lebih mungkin terjadi pada perempuan dengan kelebihan berat badan. Pada perempuan yang tidak mengalaminya, lebih disarankan untuk bergerak.
Dalam 24 jam pertama pasca operasi, biasanya mereka akan merasakan sakit di tempat sayatan.
Banyak perempuan juga merasakan kram saat rahim menyusut. Sensasi ini mirip dengan kram menstruasi, tetapi kemungkinan lebih intens.
Sedangkan dokter atau perawat akan secara berkala memonitor sayatan untuk melihat apakah ada tanda infeksi. Mereka juga akan memeriksa pendarahan pada vagina.
Pendarahan ini biasanya berlangsung selama 4 hingga 6 minggu, tetapi paling berat dirasakan selama hari-hari pertama setelah kelahiran.
Berita Terkait
-
Agenda Keliling Indonesia Jokowi, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
-
PSI Siap Kawal Jokowi Safari ke Penjuru Nusantara, Bestari Barus: Sudah Agenda Sejak Awal
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?