Suara.com - Zat besi adalah nutrisi yang sangat penting bagi tubuh. Umumnya orang mengalami kekurangan zat besi karena kadar mineral di dalam tubuh mereka sangat rendah.
Hal ini dikaitkan dengan pola makan yang buruk, menstruasi yang berat atau masalah kesehatan yang lebih serius.
Penting untuk mendeteksi gejala kekurangan zat besi sejak dini. Menemukan kondisi pada tahap awal dapat membantu menghindari masalah kesehatan.
Salah satu cara untuk menentukan kekurangan zat besi adalah dengan memeriksa perubahan di dalam atau sekitar mulut. Para peneliti telah mengidentifikasi empat tanda di lidah dan tiga di luar mulut.
Melansir Medical Daily, orang yang kekurangan zat besi mengembangkan lidah yang bengkak, sakit dan pucat. Dalam beberapa kasus, anehnya lidah akan terasa halus.
Perubahan ini terjadi karena kadar hemoglobin dan mioglobin yang rendah dalam darah, penyebabnya adalah buruknya asupan zat besi.
Selain dari lidah, melihat area di sekitar mulut juga dapat membantu mendeteksi kekurangan sejak dini. Kondisi ini juga dapat menyebabkan mulut kering, radang merah di sudut mulut dan sariawan.
Kondisi ini perlu diperhatikan karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan jumlah hemoglobin rendah. Penurunan hemoglobin membuat aliran oksigen ke jaringan dan otot ikut menurun, sehingga dapat menyebabkan anemia.
Untuk memenuhi asupan zat besi para ahli merekomendasikan peningkatan konsumsi makanan yang kaya mineral. Misalnya daging, sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, kacang polong, lentil, sereal dan roti dengan zat besi tambahan.
Baca Juga: Cegah Kekurangan Zat Besi dengan Konsumsi Makanan Enak Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan