Suara.com - Hidup dengan gangguan bipolar seperti Medina Zein, Marshanda, serta orang-orang lainnya memang cukup sulit, dan ini tidak hanya dialami oleh pengidapnya.
Suasana hati dan perilaku pengidap bipolar dapat memengaruhi semua orang di sekitarnya, terutama anggota keluarga dan teman dekatnya.
Hal baiknya adalah bahwa kebanyakan pengidap bipolar dapat menstabilkan suasana hati mereka dengan perawatan, pengobatan dan dukungan yang tepat. Kesabaran, cinta dan pengertian Anda dapat berperan penting dalam perawatan dan pemulihan mereka.
Untuk mendukung mereka, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, seperti di bawah ini yang dilansir dari Helplguide.org.
1. Belajar tentang gangguan bipolar
Pelajari semua yang Anda bisa tentang gejala dan pilihan perawatan. Semakin banyak Anda tahu tentang gangguan bipolar, semakin baik kemampuan Anda untuk membantu dan menjaga kondisi mereka.
2. Mendorong pengidap untuk mendapatkan bantuan kesehatannya
Semakin cepat gangguan bipolar dirawat, semakin baik prognosisnya. Jadi desak mereka untuk segera mencari bantuan profesional, jangan menunggu apakah kondisi mereka akan membaik tanpa perawatan.
3. Pengertian
Baca Juga: Didiagnosis Bipolar, Marshanda Semakin Membaik
Orang dengan gangguan bipolar sering enggan mencari bantuan karena mereka tidak ingin merasa seperti beban bagi orang lain. Jadi ingatkan orang itu bahwa Anda peduli dan akan melakukan apa pun yang Anda bisa untuk membantu.
4. Menunjukkan kesabaran
Membuat kondisi menjadi lebih baik membutuhkan waktu, bahkan ketika pengidap telahh berkomitmen dalam perawatan. Jangan mengharapkan pemulihan yang cepat atau penyembuhan permanen pada pengidap sebab mengelola gangguan bipolar adalah proses seumur hidup.
Hal yang perlu diingat adalah orang dengan gangguan bipolar akan menajdi lebih baik ketika mereka mendapat dukungan dari anggota keluarga dan teman.
Mereka cenderung pulih lebih cepat, mengalami lebih sedikit episode manik (suasana hati meningkat secara klinis) dan depresi serta memiliki gejala yang lebih ringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi