Suara.com - Waktu tidur yang berantakan tidak hanya menurunkan kualitas kerja di pagi hari, tetapi juga kesehatan mental dan fisik. Terutama anak remaja, waktu tidur yang berantakan bisa memengaruhi perkembangan mental dan fisiknya.
Seperti yang Anda ketahui, sekarang ini remaja biasa begadang hingga larut malam karena bermain gadget atau komputer. Menurut para ahli, kebiasaan ini disebut apidemi remaja kurang tidur.
Para peneliti telah menemukan saat anak-anak beranjak remaja, orangtua seharusnya mulai menegaskan waktu tidur dan membatasi penggunaan gadget.
Sebuah studi telah menemukan bahwa orangtua yang menerapkan aturan tidur ketat bisa memberikan dampak positif yang signifikan pada anak remaja. Terutama remaja usia 14 hingga 17 tahun lebih memiliki waktu tidur yang teratur karena aturan ketat dari orangtua.
Para ilmuwan di Universita Rochester di New York juga menemukan para remaja tersebut memiliki lebih banyak energi di siang hari dan berisiko lebih rendah mengalami depresi karena kurang tidur.
"Hasil dari 193 remaja dan orangtua, sepertiga orangtua tidak menegakkan aturan ketat mengenai penggunaan layar pra-tidur dan 48 persen tidak memiliki aturan mengenai konsumsi kafein di malam hari," tulis para akademisi dikutip dari Daily Mail.
Sementara itu, mereka hanya menemukan 16 persen orangtua yang menerapkan aturan ketat mengenai jam tidur dan hasilnya anak-anak memiliki waktu tidur malam 6 menit lebih lama.
Berdasarkan penelitian itulah menunjukkan remaja dengan durasi tidur lebih lama mengalami tingkat energi yang tinggi pada siang hari. Mereka juga memiliki risiko depresi lebih rendah.
Karena itu, para peneliti mendukung kuat para orangtua untuk menerapkan aturan tidur yang ketat untuk anak-anak mereka. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental anak-anak yang lebih baik.
Baca Juga: Kopi Hingga Jasmine, 5 Aroma yang Bisa Bikin Gairah Seks Perempuan Melonjak
Meskipun para peneliti juga menyadari bahwa menerapkan aturan tidur yang ketat untuk anak-anak hanya mudah diucapkan dan sulit dilakukan di kehidupan nyata.
"Semua orang setuju bahwa tidur yang teratur lebih baik untuk kesehatan Anda dan sebagian besar anak-anak juga bisa tidur lebih baik. Semua ini tentang negosiasi di dalam keluarga untuk menerapkan aturan tidur yang ketat," jelas Profesor Kevin Morgan, seorang ahli tidur di Universitas Loughborough.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini