3. Siapkan perlengkapan menyusui, seperti set pompa ASI dan botol
Jika memiliki banyak botol dan beberapa set pompa ASI, ini bisa membuat ibu lebih mudah, dibandingkan dengan memiliki satu pompa ASI dan sedikit botol.
Karena ibu tidak harus pergi ke dapur untuk mencuci tiap kali bayi mereka membutuhkannya. Ibu bisa menempatkan pompa dan botol bekas yang sudah digunakan ke dalam air sabun hangat sampai memiliki waktu untuk mencucinya. Beberapa ibu bahkan akan menyimpan bagian pompa di kulkas di antara sesi pemompaan. Ini sangat membantu bagi mereka yang memompa beberapa kali sehari.
4. Belanja secara cerdas
Belanja online kini sudah tersedia untuk banyak barang, termasuk popok, layanan makanan, layanan kebersihan, dan banyak lagi. Semuanya sepadan saat ibu memiliki anak kembar sekarang!
5. Coba babywearing
Babywearing dikenal sebagai aktivitas menggendong si kecil, dengan bantuan alat gendong yang membuat bayi tetap lekat dengan ibu. Cara ini juga cukup memudahkan, karena bisa dilakukan sambil melakukan berbagai aktivitas, entah itu hanya berkeliling rumah atau mencoba menjalankan tugas lain.
Babywearing bisa membuat mengasuh anak kembar sedikit lebih mudah. Orangtua bahkan bisa menemukan gendongan berstruktur lunak yang dirancang khusus untuk bayi kembar lho!
6. Luangkan waktu untuk menjalin ikatan pada masing-masing bayi
Baca Juga: Punya Bayi Kembar Seperti Syahnaz? Begini Cara Atur Jadwal Menyusuinya
Meluangkan waktu untuk menjalin ikatan pada masing-masing bayi sebagai individu dapat membantu orangtua membina hubungan yang lebih dalam dengan mereka. Meski kembar, tak selama mereka harus selalu disandingkan lho.
Ketika orangtua bisa mengenal kepribadian unik mereka, kebutuhan dan kesukaan mereka bisa terlihat dengan mudah. Jadi, cobalah bergiliran memegang dan merawat setiap bayi bersama pasangan. Atau sesekali meminta bantuan orang terdekat untuk menggendong satu bayi sementara satunya sedang menjalin ikatan dengan ibu.
Ingat, orangtua tidak perlu menyisihkan waktu berjam-jam untuk fokus pada hal ini. Walalu singkat, jika orangtua mampu melakukannya, ini akan menciptakan kenangan abadi bagi si kembar.
Ingin tahu tips parenting lainnya untuk merawat bayi kembar seperti Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda? Simak di halaman selanjutnya ya!
7. Pertimbangkan pekerjakan tenaga profesional
Banyak orangtua membutuhkan bantuan dari tenaga profesional saat merawat bayi kembar. Misalnya, doula pascanatal yang dilatih untuk merawat bayi kembar. Mereka juga dilatih untuk membantu melengkapi ibu merawat anak kembar dengan percaya diri sambil memastikan ibu memiliki waktu untuk merawat diri.
Doula pascanatal dapat membantu ibu menciptakan rutinitas yang baik untuk keluarga dan membantu memiliki waktu istirahat yang sangat dibutuhkan.
Menggunakan layanan kebersihan juga bisa sangat membantu. Jika orangtua memiliki anak yang lebih besar, seorang pembantu ibu mungkin juga bisa menawarkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
8. Ajak bayi memulai rutinitas secara bersamaan
Banyak orangtua bayi kembar merasa lebih mudah untuk memberi makan keduanya pada saat bersamaan. Ini dapat memaksimalkan waktu untuk orangtua. Jika satu saudara kembar menunjukkan tanda-tanda kelelahan, ibu mungkin juga bisa mencoba menenangkan saudara kembarnya untuk beristirahat juga.
9. Jangan lupakan perawatan diri dan kualitas hubungan ibu dengan pasangan
Memiliki dua bayi sekaligus bisa membuat orangtua lupa untuk merawat diri, bahkan menjalani kebiasaan hubungan yang sehat tampak tidak penting lagi. Padahal, kedua hal ini sangat penting dan dapat membuat tantangan lainnya lebih mudah ditangani.
Bekerja sebagai tim bisa bermanfaat bagi hubungan. Misalnya ibu bisa memiliki waktu tidur yang lebih lama, mandi dan mempraktikkan perawatan diri. Luangkan waktu untuk berlibur sebentar bersama pasangan dan sejenak istirahat dari rutinitas mengurus si kembar.
Serta secara teratur berbicara satu sama lain mengenai hidup. Buat ritual minum kopi atau teh setiap hari, nikmati kencan malam di rumah saat bayi tidur atau berjalan-jalan bersama bayi di kereta dorong.
Hidup dengan dua bayi baru lahir pasti akan datang dengan tantangan, namun orangtua juga pasti tahu bahwa keduanya hadir membawa banyak cinta, kegembiraan dan kenangan yang akan bertahan seumur hidup. Cobalah yang terbaik dan menerima rasa kewalahan dan air mata sebagai bagian dari perjalanan. Jangan lupa untuk tertawa ketika ibu bisa, dan bekerjalah sebagai sebuah tim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh