Suara.com - Seorang lelaki asal China harus menjalani operasi darurat akibat kesalahannya sendiri. Demi mengatasi sembelit, lelaki ini menelan dua belut hidup-hidup.
Menurut laporan Fox News, lelaki tersebut percaya dengan memakan belut secara hidup-hidup dapat meringankan sembelitnya.
Tapi kejadiannya justru tidak seperti yang diharapkan, belut tersebut justru merobek ususnya dan menyebabkan infeksi serius.
Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu pun dirawat di Jiangsu Provincial Hospital of Traditional Chinese Medicine pada 9 Januari 2020 lalu, satu hari setelah dirinya melakukan 'pengobatan' nekat tersebut.
Sebelum diperiksa, sang pria mengeluhkan sakit perut hebat. Akhirnya dokter menyarankannya untuk menjalani CT scan.
Hasilnya memperlihatkan ada kerangka belut di rongga perut sang lelaki. Ia pun harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan hewan tersebut.
"Kami membedah ususnya dan melihat sejumlah besar air feses telah bercampur dengan darah," kata dr. Sun Haijian, dokter bedah yang menangani pria tersebut.
"Terjadi pembengkakan hebat dan kami menemukan dua belut yang di dasar rongga perutnya," sambungnya.
Haijian juga melihat ada lubang berdiameter 2 sentimeter di ususnya dan harus segera disembuhkan.
Baca Juga: Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Sembelit, Apa Saja?
Sang dokter mengatakan pria tersebut beruntung karena langsung mendapat perawatan. Jika tidak, kebocoran pada saluran pencernaan tersebut dapat mengakibatkan infeksi parah yang berakibat fatal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?