Suara.com - Sebuah tulang ikan dikeluarkan dari hati wanita setelah ia tak sengaja menelannya 8 tahun lalu. Kasus wanita asal Cina ini pun ditulis dalam laporan AsiaWire.
Berdasarkan laporan, ahli bedah di Cina mengambil tulang ikan dari hati seorang wanita yang kemungkinan sudah menelannya selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, wanita itu terus mengeluh kesakitan seperti ditusuk jarum di bagian perutnya. Sehingga ia pun mencari bantuan medis di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universita Nanchang.
"Saat itu yang bisa saya katakan kepada para dokter, perut saya rasanya sakit dan ada sesuatu yang menusuknya. Rasanya seperti ditusuk jarum," kata wanita 51 tahun itu dikutip dari Fox News.
Wanita itu bercerita sebelumnya sempat pergi ke dokter setempat dan diminta perlu banyak makan nutrisi. Sampai akhirnya, wanita itu menjalani pemindaian di rumah sakit dan dr. Zhou Guomin menemukan ada tulang ikan yang tersangkut di hatinya.
Setelah melihat riwayat pasien, dokter lantas menduga bahwa tulang ikan itu sudah terjebak lama di dalam hati selama bertahun-tahun karena tidak pernah ditemukan.
"Hasil pemindaian menemukan bahwa peradangan di hatiku akibat tulang ikan. Setelah dokter mengeluarkannya, kondisiku mulai membaik karena tulang ikan itu sangat tajam dan tidak bisa dicerna," ujarnya.
Wanita itu juga bercerita bahwa tulang ikan telah menembus lapisan perutnya setelah ditelan dan terus bergeser karena gerakan otot-otot yang dibawa oleh pembuluh darah ke hatinya.
Kondisi ini wanita ini sangat beruntung, karena tulang ikan itu bisa saja menjalar ke jantungnya yang bisa berakibat fatal.
Baca Juga: Kematian Lina Jadi Sorotan, Apa yang Terjadi Selama Proses Autopsi?
Kasus serupa pernah dilaporkan dalam BMC 2012, seorang wanita 45 tahun dilarikan ke UGD karena sakit perut, kehilangan nafsu makan, tekanan darah rendah dan kelemahan fisik yang memburuk selama beberapa bulan.
Setelah diperiksa, ternyata ada tusuk gigi yang terperangkap di hati wanita 45 tahun tersebut. Kasus ini pun hampir mirip dengan wanita yang asal Cina yang memiliki tulang ikan di hatinya.
Berita Terkait
-
Baru Ada di Jakarta dan Jogja, Menkes Dorong Layanan Transplantasi Hati Hadir di 34 Provinsi
-
Rekomendasi Sinema Asia di Netflix: A Foggy Tale, Kisah Penjemputan Jenazah Korban Politik
-
Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah
-
Operasi Memikat Hati Bakal Mentua: Romcom Sederhana yang Menyentuh Hati
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?