Suara.com - Pemberitaan soal wabah virus corona Wuhan yang sudah menjangkit 830 warga negara Wuhan, China dan mulai menyebar di beberapa negara, seperti Korea selatan, Jepang, Amerika Serikat, Singapura dan terkini Prancis, menjadi isu kesehatan global.
Indonesia sendiri hingga kini meski dilaporkan ada 4 pasien suspect (dicurigai) virus corona wuhan yang di rawat di RSUP Sanglah, Bali dan RSPI Sulianti Saroso Jakarta, belum ada yang dinyatakan positif virus corona.
Mewabahnya virus corona wuhan tentu saja menimbulkan kekhawatiran di masyarakat Indonesia. Apalagi mengingat penyebarannya melalui udara atau airbrone. Seperti penuturan Sarah (25) mahasiswa yang mengaku cukup khawatir.
"Takut sih lumayan," akunya kepada Suara.com, Jumat (24/1/2020).
Sarah mengaku belum banyak mendengar informasi yang lebih jelas tentang virus ini. Dari yang ia dengar, virus corona wuhan punya gejala yang serupa dengan flu atau radang tenggorokan seperti batuk, pilek, demam, sesak nafas dan sebagainya.
Kata mahasiswi Universitas Indonesia ini, pencegahan yang ia tahu sekadar memakai masker. Namun hingga kini menurutnya belum ada imbauan dan arahan langsung dari pemerintah, masyarakat harus berbuat apa.
"Paling pakai masker aja supaya nggak kena di udara virusnya. Semoga dikasih pemaparan ke masyarakat supaya kita lebih waspada," ungkap Sarah.
Senada dengan Sarah, Nuryati (46) ibu rumah tangga asal Bekasi, Jawa Barat, juga mengaku belum tahu langkah-langkah pencegahan virus ini lebih lanjut.
Baca Juga: Prancis Umumkan Dua Kasus Positif Virus Corona
Nuryati berharap pihak puskesmas bisa memberikan penyuluhan pencegahan dan menenangkan masyarakat.
"Pemerintah dari puskesmas semestinya ada penyuluhan pemberitahuan, paling nggak yang tadinya nggak tahu jadi tahu. Khususnya yang dari puskesmas terdekat untuk berikan penyuluhan takutnya kena virus corona," tuturnya.
Meski ada rasa khawatir, Nuryati mengaku akan berusaha mencegahnya dengan membersihkan rumah dan memastikan keluarganya mengonsumsi makanan sehat.
"Takut nggak takut, yang penting kita jaga kebersihan lingkungan, rumah, dengan berpakaian yang bersih makanan sehat, insyallah kita yakin virus itu jauh dari kita kalau memang kita sehat," ungkapnya panjang lebar.
Sementara itu salah satu petugas kereta Commuter Line, Hidayat (32) juga hanya mendapat sedikit informasi mengenai virus ini.
Apalagi perihal gejala dan cara penularan virus corona ia mengaku belum banyak mengetahuinya.
Berita Terkait
-
Cegah Virus Corona, Dokter di RSUP Dr Sardjito Sarankan Pakai Masker Ini
-
4 Kasus Diduga Virus Corona di Malaysia Terbukti Negatif
-
CEK FAKTA: Dua Perawat di RSUP Dr Sardjito Terjangkit Virus Corona?
-
IDI: Pasien Suspect di Bali, Negatif Virus Corona
-
Heboh Corona, Bandara Juanda Siapkan Kamar Isolasi dan Thermal Scanner
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI