Suara.com - Manfaat Madu Hijau: Tingkatkan Imunitas Hingga Atasi Penyakit Lambung
Produk kesehatan herbal alias berbahan dasar tanaman obat semakin digemari. Herbal dipilih karena dipercaya mengandung khasiat yang baik untuk daya tahan tubuh.
Setelah jahe dan kunyit, hadir produk kesehatan baru yakni madu hijau. Diklaim berkhasiat, madu hijau dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh hingga mengatasi sakit lambung.
Bukan tanpa alasan, madu hijau merupakan produk kesehatan herbal kombinasi madu dengan ekstrak daun kelor, daun saga, daun sirih, hingga spirulina. Manfaat tanaman-tanaman ini dipercaya bisa menjaga kesehatan lambung, usus, hingga liver.
Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, PT Herbal Putih selaku produsen madu hijau mengatakan Madu Hijau menjadi terobosan baru di Indonesia bagi mereka yang hendak kembali pada pengobatan alam atau herbal.
Berdasarkan riset yang bekerjasama dengan kampus IPB, setiap tetes madu hijau mengandung terpenoid, steroid, tannin, alkonoid, fenolik, dan saponin. Kandungan-kandungan ini dipercaya memiliki sifat baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
Di sisi lain, madu memang dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Dirangkum Suara.com dari berbagai sumber, berikut ini di antaranya:
Mengobati batuk dan radang tenggorokan
Madu dapat membantu mengurangi batuk, terutama madu asli tanpa tambahan zat tertentu. Pada studi yang dilakukan terhadap 110 anak yang diberikan madu dengan dosis tertentu, ternyata manfaatnya setara dengan pemberian dosis dekstrometorfan yang bisa meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
Baca Juga: Kenali Khasiat Madu Manuka, Punya Kandungan Antibakteri Tinggi
Anti-bakteri dan anti-jamur
Madu merupakan anti-bakteri yang luar biasa. Ini karena lebah yang membawa madu menambahkan enzim yang berasal dari hidrogen peroksida.
Menjaga tubuh tetap prima
Di beberapa negara, madu menjadi menu utama para atlet karena dipercaya dapat menambah energi. Studi modern membuktikan hal ini. Berdasarkan penelitian, madu mampu menjaga tingkat gilkogen dan meningkatkan waktu pemulihan bagi para atlet.
Menyembuhkan bisul dan gangguan pencernaan
Berdasarkan penelitian, rutin mengonsumsi madu bisa membantu mengatasi gangguan seperti bisul dan bakteri gastroenteritis yang biasa menyerang sistem pencernaan.
Membantu tubuh mengatur gula darah secara alami
Meskipun madu mengandung gula, namun kandungannya tidak sama dengan gula buatan. Kombinasi dari fruktosa dan glukosa dapat membantu mengatur kadar gula dalam tubuh. Gula yang dimiliki madu cukup rendah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak