"Makanya kita mesti punya kemampuan sendiri, karena kalau kita mesti bergantung pada luar negeri, tidak ada yang sanggup mensuplai seperti itu dalam waktu pendek," tegasnya lagi.
Hingga kini, kendala teknis dari pengembangan vaksin belum terindikasi. Akan tetapi Prof Amin mengatakan banyak yang harus dikejar dan perlu menggerakkan semua peralatan yang ada, karena semuanya serba dikejar oleh waktu.
Sembari menanti vaksin, Lembaga Eijkman akan mengembangkan imunisasi pasif, yakni serum antivirus dengan memanfaatkan plasma dari orang-orang yang sudah sembuh dari virus corona Covid-19 tersebut, kemudian setelah dikembangkan akan disuntikkan ke orang-orang yang terinfeksi.
"Kita baru mau mulai, tapi hal serupa sudah diterapkan di China," lanjutnya.
Prof Amin berharap produksi vaksin corona Covid-19 hanya memerlukan waktu sesingkat-singkatnya. Tentu sangat dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari semua pihak, termasuk dalam hal pendanaan dan sebagainya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?