Upaya Bunuh Diri Meningkat terutama Milenial Kulit Hitam
Melansir dari New York Times, tingkat upaya bunuh diri untuk pemuda kulit hitam meningkat sebesar 73 persen dari tahun 1991 hingga 2017.
Dari tahun 2001 hingga 2017, angka kematian bunuh diri untuk anak laki-laki kulit hitam usia 13 hingga 19 tahun meningkat sebesar 60 persen. Sementara untuk perempuan kulit hitam meningkat 182 persen. Menurut sebuah studi oleh Journal of Community Health, pelecehan dan penelantaran masa kecil terkait dengan upaya bunuh diri di masa muda.
Secara umum, tingkat bunuh diri pada orang usia 18-34 di tahun 2017 meningkat 35 persen di Amerika Serikat.
Generasi Millenial Kesepian
Generasi Millenial tidak selalu memiliki seseorang untuk berbagi beban mental mereka. Generasi ini cenderung tidak memiliki dukungan sosial dibandingkan generasi lain karena mereka menikah lebih lama dan kurang terhubung dengan komunitas politik atau agama.
Bahkan, YouGov menyebut generasi milenial sebagai generasi yang paling kesepian berdasarkan survei yang dilakukan pada 1.254 orang dewasa AS. Ditemukan bahwa generasi milenial lebih mungkin merasa kesepian daripada generasi sebelumnya.
Kelelahan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengklasifikasikan kelelahan sebagai sindrom secara medis. Dalam hal ini, milenial telah melaporkan bahwa mereka menderita tingkat kelelahan yang lebih tinggi daripada generasi lain.
Baca Juga: Gugus Tugas: 13 Anggota Polisi di Blitar Positif Corona Hasil Rapid Test
Fenomena ini dikaitkan dengan pola asuh, lingkungan ekonomi tempat mereka tumbuh, media sosial, dan kecemasan.
Banyak milenial yang berurusan dengan masalah kesehatan mental di tempat kerja mengatakan kantor mereka tidak memberikan dukungan yang memadai.
Pada tahun 2017 Pusat Kesehatan Mental Collegiate di Penn State University melaporkan, bahwa ada peningkatan jumlah mahasiswa yang mencari bantuan untuk kesehatan mental tumbuh dari 2011 hingga 2016. Peningkatannya berlipat lima kali lebih besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak