Suara.com - Catat, Alasan Perawatan Kulit Sebaiknya Dilakukan Sejak Bayi
Ada alasan mengapa pakar menganjurkan perawatan kulit seharusnya dilakukan sejak manusia baru lahir. Perawatan yang dilakukan setiap orang berbeda-beda tergantung dengan kondisi dan jenis kulit.
Dokter spesialis kulit dari dari Klinik Sakti Medika Tebet Dr. Tina Wardhani, Sp. KK, mengatakan bahwa perawatan kulit minimal dilakukan dengan tiga tahapan.
"Begitu lahir manusia sudah butuh perawatan kulit. Tentunya kita gunakan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit. Yang paling diperlukan minimal membersihkan, melembabkan, dan melindungi. Berapa pun usianya dia butuh tiga itu," kata Tina dalam diskusi online NOROID, Selasa (15/5/2020).
Tina mengatakan, orang dengan jenis kulit kering akan lebih rentan mengalami peradangan kulit yang menimbulkan bercak merah, atau disebut dermatitis, dibandingkan orang berkulit lembab atau normal.
Ia menyarankan, orang dengan jenis kulit kering sebaiknya jangan pernah lepas untuk menggunakan pelembab setiap hari.
"Jangan lepaskan pelembab. Jadi begitu mandi harus gunakan pelembab. Karena kondisi kulit lembab dan bersih menyebabkan penyerapan alami," jelasnya.
Tina juga menyampakan bahwa jenis kulit kering bisa diwariskan dari ibu.
"Kalau ibunya kulitnya kering bisa jadi anaknya juga. Rata-rata kulit alegi kalau si ibu kulitnya kering umumnya kondisi si anak juga kering," ucapnya.
Baca Juga: Bayi Positif Corona yang Tularkan Kakek Akhirnya Sembuh
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI