Suara.com - Dalam panduan baru untuk permodelan matematika dan pejabat kesehatan masyarakat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan sekitar sepertiga (35%) dari kasus virus corona Covid-19 tidak menunjukkan gejala.
CDC juga mengatakan perkiraan terbaiknya, hanya 0,4% orang yang menunjukkan gejala dan menderita Covid-19 akan meninggal.
Perkiraan lain, sebanyak 40% penularan virus corona terjadi sebelum orang merasa sakit.
Namun, mereka memperingatkan bahwa angka-angka tersebut dapat berubah karena akan ada banyak hal yang dipelajari dari Covid-19. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan perencanaan.
Dilansir dari CNN Internasional, perkiraan ini didasarkan pada data nyata yang dikumpulkan CDC sebelum 29 April.
Angka-angka ini adalah bagian dari lima skenario perencanaan yang sedang digunakan oleh pemodel matematika di seluruh pemerintah federal. Empat dari skenario itu mewakili batas bawah dari keparahan penyakit dan penularan virus.
Sedangkan skenario kelima adalah perkiraan CDC tentang penularan virus dan tingkat keparahan penyakit di Amerika Serikat saat ini.
Untuk orang berusia 65 tahun dan di atasnya, CDC menempatkan 1,3% dari mereka yang menderita Covid-19 akan meninggal. Bagi orang berusia 49 tahun ke bawah, CDC memperkirakan 0,05% dari pasien Covid-19 akan mengalami hal yang sama.
Ahli biologi Carl Bergstrom dari University of Washington dan seorang ahli pemodelan komputer, mengatakan angka-angka itu tampaknya tidak konsisten dengan temuan dunia nyata.
Baca Juga: Studi: 17 Persen Penduduk London Terpapar Virus Corona Covid-19
"Perkiraan jumlah yang terinfeksi di tempat-tempat seperti NYC jauh dari perkiraan ini. Mari kita ingat bahwa jumlah kematian di NYC sekarang jauh lebih dari yang kita perkirakan jika setiap orang dewasa dan anak-anak di kota itu telah terinfeksi Covid-19," kata Bergstrom.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien